Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wisatawan Mengunjungi Kota Milan, Italia (Foto: Shutterstock)
Dream - Pemerintah Italia memutuskan melakukan lock down atau menutup lima wilayah, Minggu 8 Maret 2020. Pemerintah Negeri Pizza itu ingin membatasi penyebaran virus Corona, Covid-19.
" Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19," demikian keterangan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Lima wilayah tersebut adalah Lombardia di Provinsi Venezia; Padova, Treviso (atau wilayah Veneto); Modena, Parma, Piacenza, Reggio Emilia, Rimini (atau wilayah Romagna); Alessandria, Asti, Novara, Verbano, Vercelli (atau wilayah Piemonte); dan Pesaro-Urbino (atau wilayah Marche).
Kementerian Luar Negeri mencatat, terdapat 1.239 warga negara Indonesia yang tinggal menetap di lima wilayah tersebut. Saat ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma terus berkoordinasi dengan otoritas setempat.
KBRI di Roma juga terus menjalin komunikasi dengan para WNI di lima wilayah tersebut melalui koordinator. " Hingga saat ini belum ada WNI yang terindentifikasi Covid-19 di wilayah lock down."
Secara umum, tambah Kemenlu, para WNI tetap tenang dan memutuskan tinggal di rumah sesuai ketentuan otoritas setempat. Suplai bahan pangan sehari-hari terjamin.
" KBRI Roma juga telah menyusun panduan kontijensi dan menetapkan nomor hotline Covid-19 serta menyampaikan imbauan langkah-langkah pencegahan," ucap Kemenlu.
Nomor hotline posko penanganan Covid-19 KBRI Roma yaitu +39 338 923 4243.
Saat ini, Kemenlu terus meminta masyarakat Indonesia di Italia Utara diimbau tetap tenang. Selain itu, Kemenlu diminta mengambil langkah-langkah pencegahan serta mengikuti aturan yang ditetapkan otoritas kesehatan setempat dan terus memantau informasi yang disampaikan KBRI Roma.
Dream - Pemerintah memantau perkembangan virus corona di dunia. Untuk mencegah penyebaran virus berkode Covid-19, pemerintah melarang kedatangan dari tiga negara, yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan.
“ Sesuai laporan terkini WHO, saat ini terdapat kenaikan signifikan kasus Covid-19 di luar Tiongkok, terutama di tiga negara, yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan,” kata Menteri Luar Negeri, Retno L. P. Marsudi, di Jakarta, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, Kamis 5 Maret 2020.
Ada tiga hal yang diatur. Pertama, larangan transit atau masuk bagi para turis dalam 14 hari terakhir yang melakukan perjalanan ke Iran (Teheran, Qom, dan Gilan), Italia (Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont), serta Korea Selatan (Daegu dan Gyeongsangkbukdo).
Para turis dari tiga negara di wilayah itu harus memiliki surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara.
Surat keterangan tersebut harus valid (masih berlaku) dan wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai pada saat check-in.
“ Tanpa surat keterangan sehat dan otoritas kesehatan yang berwenang, para pendatang/travelers itu akan ditolak untuk masuk/transit di Indonesia,” kata dia.
Sebelum mendarat, Retno meminta para turis tiga negara itu wajib mengisi Health Alert Card yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan. Di dalam Kartu tersebut antara lain memuat pertanyaan mengenal riwayat perjalanan.
“ Apabila dari riwayat perjalanan, yang bersangkutan perah melakukan perjalanan dalam 14 hari terakhir ke salah satu wilayah yang kami sebut tadi, yang bersangkutan akan ditolak masuk/transit di Indonesia,” kata dia.
WNI yang berasal dari tiga negara itu harus melalui pemeriksaan kesehatan tambahan di bandara kedatangan. Kebijakan tersebut berlaku mulai Minggu, 8 Maret pukul 00.00.
“ Kebijakan ini bersifat sementara, akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan,” kata Retno.
Dream - Wabah virus corona membuat beragam sektor industri berjatuhan. Salah satunya adalah bisnis penerbangan. Saking sepi penumpang, maskapai penerbangan China langsung banting harga.
Perusahaan-perusahaan penerbangan itu menjual tiket dengan sangat murah. Malah, harganya lebih murah daripada secangkir kopi.
Dikutip dari South China Morning Post, Sabtu 29 Februari 2020, harga tiket pesawat dari Shanghai ke Chongqing dijual di bawah harga kopi. Penetapan ini bertujuan untuk mengerek permintaan domestik yang melemah di tengah wabah virus Corona, Covid-19.
![]()
Diketahui ada pembatalan sekitar 10 ribu penerbangan per hari atau sekitar dua pertiga dari total jumlah penerbangan yang dijadwalkan setiap hari pada Februari 2020. Ini memberikan tekanan keuangan yang sangat besar kepada bandara dan maskapai.
Otoritas penerbangan di Tiongkok menyebut penerbangan harus tetap dilanjutkan sebagai upaya bagian negara dalam mengembalikan ekonomi. Namun, penumpang masih enggan untuk terbang dengan wabah yang mematikan belum sepenuhnya terkendali.
Harga tiket penerbangan tiga jam dari Shanghai ke Chongqing ditawarkan dengan harga 29 yuan (Rp57.833) oleh maskapai penerbangan murah di Tiongkok, Spring Airlines. Harga ini lebih murah daripada secangkir kopi susu di Starbucks yang seharga 32 yuan (Rp63.803).
Tiket pesawat dari Shanghai ke Harbin dijual seharga 69 yuan (Rp137.577).
Kemudian, ada juga Shenzen Airlines yang menawarkan tiket perjalana ke Chongqing dengan biaya 100 yuan (Rp199.387). Begitu juga dengan Chengdu Airlines yang menawarkan tiket penerbangan dari Shenzen ke Chengdu dengan harga 100 yuan.
Analis penerbangan di Bank of Communication International, Luya You, mengatakan banting harga ini hanya bisa menghasilkan keuntungan yang tipis. Atau, maskapai takkan mendapatkan keuntungan apa pun.
“ Saat angka wabah stabil atau turun, operator kemungkinan akan menyesuaikan tarifnya juga. Tarif rendah tidak akan bertahan jika situasinya berubah mejadi lebih baik,” kata Luya.
Luya mengatakan, banyak maskapai penerbangan yang menerima subsidi untuk mengoperasikan rute domestik. Ini membuat perekonomian tidak menguntungkan.
“ Jika itu rute utama, operator bisa memilih untuk terus beroperasi terlepas dari tarif atau muatan. Hal ini disebabkan oleh rute tersebut merupakan tautan utama dalam infrastruktur jaringan penerbangan domestik,” kata dia.
Otoritas penerbangan China menyebut rata-rata penerbangan di China pada 25 Januari-14 Februari 2020, termasuk liburan Imlek, hanya 470 ribu penerbangan. Angkanya menurun 75 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.
Wabah virus corona membuat maskapai-maskapai penerbangan global menghentikan sementara penerbangan ke China. Misalnya, British Airways yang memperpanjang penangguhan sampai liburan Paskah pada pertengahan April.
“ Jika ada lebih banyak wabah, penangguhan akan lebih banyak,” kata Direktur Pelaksana Aviation Advocacy, Andrew Charlton.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya