Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 6 Orang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 8 Maret 2020 18:58
Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 6 Orang
Ada hubungan dengan dua kasus pertama?

Dream – Jumlah orang terjangkit virus corona di Indonesia bertambah dua orang. Kini, pasien terjangkit virus corona ada enam orang.

Salah satu di antaranya berasal dari cluster penyebaran virus corona di Jakarta dan terhubung dengan kasus 1 dan 2.

“ Dua positif. Kasus 05, laki-laki 55 tahun dari tracing klaster Jakarta," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Minggu 8 Maret 2020.

Kasus 6 adalah anak buah kapal (ABK) Diamond Princess yang sebelumnya dievakuasi dari Yokohama, Jepang. Dia dirawat di RSUP Persahabatan Jakarta. " Kedua confirm kasus Covid, kasus 06 laki-laki 36 tahun merupakan imported case yang didapatkan saat bekerja sebagai ABK di Diamond princess," kata Yurianto.

Menurut dia, kondisi dua pasien positif corona ini dalam keadaan stabil. Keduanya tidak demam, tidak pilek, dan tidak batuk. " Kondisi keduanya stabil tidak membutuhkan oksigen, tidak demam, tidak batuk, tidak pilek," jelas Yurianto.

1 dari 5 halaman

Kondisi 4 Pasien Positif Corona Membaik

kesehatan empat warga yang positif virus Corona semakin membaik. Hal ini disampaikan Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona Achmad Yurianto.

" 4 positif kondisinya makin baik, pasien 1 dan 2 sudah tidak panas, tinggal tunggu hasil laboratorium," kata Yurianto.

Dia mengatakan, kalau hasil laboratorium menunjukkan negatif hingga 2 kali pemeriksaan secara berturut turut, maka akan dipulangkan. Sedangkan pasien 3 dan pasien 4 positif virus Corona juga sudah tidak lagi demam. Kedua pasien, kata Yurianto masih batuk-batuk dan pileknya sudah berkurang.

" Sudah tidak kelihatan letih lemah lesu. Mudah mudahan dengan perawatan bagus, sembuh dan bisa kita pulangkan," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini.

Dia menjelaskan secara keseluruhan pasien positif Corona tersebut tidak menggunakan tanpa alat bantu apapun serta oksigen. Kasus 1 hingga 4 kata dia masih bisa beraktivitas seperti biasa. " Tidak menggunakan infus, semuanya masih mampu perawatan mandiri, yang bisa makan sendiri, bisa makan sendiri, dan bisa beraktivitas yang lain," kata Yuri.

(Sumber: Liputan6.com/Lisza Egenham)

2 dari 5 halaman

Cinta Sejati di Balik Wabah Corona, Nenek Setia Temani Kakek dari Balik Jendela

Dream - Wabah virus corona membuat penderitaan bagi masyarakat. Kecemasan dan proses karantina membuat seseorang merasa terancam.

Tetapi, bagai Gene Campbell, 89 tahun, terperangkap di dalam Life Care Center di Kirkland, Washington DC, Amerika Serikat, bukan membuatnya cemas. Sebab, setiap saat, sang istri, Dorothy, 88 tahun, terus menghiburnya dari jarak dekat.

Pasangan lansia ini berkomunikasi melalui jendela kaca.

Dilaporkan Metro.co.uk, kisah cinta yang membuat terenyuh itu, berawal dari usaha seorang kerabat yang mencari tahu lokasi kamar karantina Gene.

 

 © Dream

 

Dorothy, seperti kerabat dan keluarga lain, dilarang mengunjungi, jadi dia pergi ke jendela tempat mereka saling memandang.

Wanita lansia itu pergi ke pusat observasi ditemani putranya, Charlie, yang terdaftar sebagai perawat di Silver City, New Meksiko.

Gene tampak menatap murung sang kekasih hidupnya. Sementara itu, Chalie memegangi gagang telepon agar ibu dan ayahnya dapat berbincang.

Saat ini, virus corona telah menewaskan 14 orang. Infeksi virus juga telah mencapai ratusan kasus yang tersebar di 18 negara bagian.

3 dari 5 halaman

Pasien Positif Corona di Indonesia, Bertambah 2 Orang

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, menyebut ada dua orang warga Indonesia yang positif corona. Dengan kasus baru ini, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona menjadi empat orang.

" Kita dapatkan dua orang positif corona yang kita sebut kasus 3 dan kasus 4," kata Achmad, Jumat, 6 Maret 2020.

Achmad menyebut, dua orang positif corona ini menlakukan kontak langsung dengan pasien positif corona sebelumnya.

Achmad mengatakan, dua orang positif corona ini didapat setelah tim kesehatan memeriksa seluruh peserta dansa. " Kita lakukan pemeriksaan, tujuh orang ini tidak masuk pada hari bersamaan," ucap dia.

Achmad mengatakan, saat ini dua pasien positif corona mengalami batuk dan pilek. Tetapi, dua pasien kasus 3 dan kasus 4 ini tidak mengeluh sesak napas.

" Kondisi sekarang suhu 37,6 derajat, 37,7 derajat. Kemudian masih ada keluhan batuk pilek, tapi tidak ada keluhan sesak napas, sehingga kita berharap kondisi membaik," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika

4 dari 5 halaman

Ini Penanganan Pasien Dalam Pengawasan Corona di RS Persahabatan

Dream - Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) mengonfirmasi merawat 10 pasien rujukan sejak 3 Maret 2020. Kesepuluhan pasien itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Dokter paru-paru RSUPP, Prasenohadi mengatakan tidak ada pemberian obat apapun terhadap PDP. Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk virus corona.

" Tidak ada (pemberian obat) kecuali ada kelainan. Enggak ada. Jadi obatnya disuruh makan, istirahat. Makanya kenapa dipantaunya dua minggu, karena memang masa inkubasinya dua minggu," ucap Praseno, Rabu, 4 Maret 2020.

Prasenohadi mengatakan, selama proses pengawasan pasien negatif corona, rumah sakit akan memindahkan ruangan pasien dari ruang isolasi ke ruang rawat inap.

Tetapi, jika keadaan memburuk, perlu ada pemeriksaan lebih lanjut sumber utama yang menyebabkan kondisi pasien menurun.

" Kalau dia ada gejala demam, (demamnya) harus diobati," kata dia.

5 dari 5 halaman

Sudah Tangani 119

Prasenohadi mengatakan, demam, batuk, dan pilek menjadi gejala umum terhadap adanya paparan virus ataupun bakteri yang menyerang pernapasan. Sehingga, imbuh Praseno, wajar adanya jika saat ini seluruh fasilitas umum terdapat alat mengukur suhu.

" Karena umumnya datang dengan batuk, pilek. Karena gejalanya umum," ucap dia.

RSUPP menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah menangani penyebaran virus Corona, Covid-19. Tercatat, sebanyak 119 orang sehat memeriksakan diri ke RSUPP.

" Kami sudah tangani 119 orang yang datang untuk check-up sejak 3 sampai 4 Maret," kata Rita.

Meski tidak melarang, Rita mengingatkan fenomena virus corona tidak baik jika ditanggapi secara berlebihan. Seperti memeriksa kesehatan untuk memastikan ada tidaknya virus Corona dalam tubuh.

Menurut Rita, tanpa ada gejala umum seperti demam berhari-hari, batuk, atau pilek, sebaiknya masyarakat tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Terpenting adalah menjaga pola hidup sehat dan higienis.

Sumber: Merdeka.com/Yunita Amalia

Beri Komentar