Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Kolam Susu Di Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa (Foto: Istimewa/Merdeka.com)
Dream - Kehebohan terjadi di Songkolo, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Sumur bor milik salah seorang warga mengeluarkan air berwarna putih susu.
Sejak kemunculannya sekitar dua bulan lalu, air seputih susu yang ditampung di sebuah kolam ukuran 3x5 meter itu ramai dikunjungi warga.
Anak-anak menjadikannya kolam tempat bermain. Selebihnya, ada yang mengambil air itu simpan untuk di wadah dibawa pulang karena diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Camat Bontomarannu, Muhammad Sabir Bangsawan menjelaskan, 'air susu' itu berasal dari sumur bor Lis Nurismi, Sekretaris Camat di kebun halaman rumahnya yang bersebelahan dengan rumah tetangga.
Rencananya di lahan itu akan ditanami bunga-bunga untuk persiapan event Beautiful Malino 2020 pada Juni-Juli.
" Saat tukang kerjakan sumur itu di kedalaman 80 meter, keluarlah air tapi tidak lazim. Airnya putih seperti susu. Putihnya bukan karena buih atau busa. Memang putih warnanya. Tidak ada rasa dan tidak bau, layaknya air biasa. Hanya beda di warna saja," tutur Sabir, akhir pekan lalu.
Lis Nurismi lalu membuat penampungan dari tembok kira-kira berukuran 3x5 meter. Air dari sumur bor itu kemudian dialirkan ke bak penampungan yang kini sudah mirip kolam susu.
" Setiap pagi, mungkin sekitar ratusan orang datang ke bak penampungan itu. Ada yang mandi-mandi utamanya anak-anak. Ada juga warga yang bawa pulang untuk dikonsumsi," kata Sabir.
Sabir mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengeluarkan larangan agar warga tidak masuk ke lokasi itu.
" Hanya saja kedatangan warga tidak bisa dikendalikan. Meski dilarang, mereka tetap berduyun-duyun," kata dia.
" Tapi satu atau dua hari ini, tempat itu benar-benar tidak dibuka untuk umum sampai keluar hasil penelitian dari pihak PT Sucofindo. Jangan sampai nanti ada dampak dari air itu," ucap dia.
Yaya, salah seorang warga mengatakan, untuk masuk ke lokasi kolam susu tidak gratis. Warga ditarik tiket Rp2 ribu.
" Kalau mau masuk bayar Rp2 ribu. Saya tidak tahu itu siapa yang kelola, uangnya masuk ke mana. Kemungkinan oleh yang punya lahan sumur bor atau kolam susu itu," ujar dia.
Dream - Virus corona, yang kini diberu nama COVID-19, kian merajalela. Penyebarannya terus meluas hingga korban terinfeksi dan meninggal dunia pun terus bertambah.
Menurut data John Hopkins, Rabu 26 Februari 2020, pukul 12.00 WIB, COVID-19 telah menginfeksi 81.002 orang di dunia. Dari angka itu, 2.762 orang meninggal dunia, 30.070 lainnya dinyatakan sembuh.
Kondisi ini mendorong orang-orang, terutama yang wilayahnya terjangkit COVID-19, bersikap waspada dengan menjaga kesehatan dan kebersihan fasilitas umum.
Namun ulah seorang mahasiswi China yang sedang menempuh pendidikan di sebuah universitas di Cheras, Malaysia, ini sungguh tak terpuji.
Sebelumnya beredar video viral yang memperlihatkan mahasiswi asal China meludah di kolam renang sebuah apartemen di Malaysia.
Video yang kemudian viral itu dibagikan oleh netizen yang tidak mau mau disebutkan identitasnya.
" Jadi, wanita ini diduga adalah mahasiswi dari China yang kuliah di universitas di Cheras," katanya.
" Pada 25 Februari 2002, jam 3:30 sore waktu setempat, dia meludah ke dalam kolam renang di sebuah apartemen. Dia minum seteguk air dan kemudian meludahkannya lagi ke kolam renang," tambahnya.
Tidak sampai di situ saja. Mahasiswi itu berjalan mengelilingi kolam renang sambil terus meludah ke dalam kolam renang.
Namun ketika didatangi satpam, mahasiswi itu malah lari membeli sebotol air minum. Dia meludah ke dalam botol dan menuangkan airnya ke dalam kolam.
Tidak hanya meludah ke kolam renang utama, mahasiswi itu juga meludah ke kolam anak-anak. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda mabuk atau menyesal atas tindakannya.
Satpam akhirnya mengusir mahasiswi itu. Belum diketahui secara pasti alasan mahasiswi tersebut melakukan aksinya itu.
Tindakan mahasiswi itu berpotensi menyebabkan penularan virus jika dia terinfeksi. Netizen berharap bahwa pengelola apartemen menguras kolam renang dan membersihkannya dengan baik
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya