Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wisataaceh.com
Dream - Jika Malaysia sudah fokus mengembangkan bisnis syariah sejak 2009, Indonesia pun tidak mau ketinggalan. Untuk menunjukkan keseriusan menggarap wisata syariah, pemerintah akan menempuh strategi promosi melalui jalur online dan offline.
" Selain strategi tersebut, pemerintah juga akan menggandeng Majelis Ulama Indonesia untuk penerbitan sertifikasi dan pemberikan pelatihan, serta upaya monitoring dan audit terhadap standar bisnis syariah," ucap Syamsul Lussa, Penasehat Senior Hubungan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia baru-baru ini di Jakarta.
Strategi yang ditetapkan pemerintah merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik. Tahun lalu, Syamsul menyebut wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia mencapai 8,8 juta dengan total pendapatan mencapai 9,3 miliar dollar.
Ada 3 standar layanan wisata syariah untuk hotel dan restoran yang disebut hilal. Investor yang ingin mengembangkan bisnis terlebih dahulu harus memenuhi standar tersebut.
" Untuk klasifikasi hotel syariah hilal satu minimal memenuhi 49 poin ketentuan, untuk naik ke level hilal dua harus memenuhi 74 poin, begitu seterusnya," tandas Syamsul.
Penetapan standar tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas dan layanan berbeda dengan bisnis wisata konvensional. Hotel, akomodasi, tempat rekreasi, restoran, spa, transportasi dipastikan harus memudahkan umat muslim disaat yang bersamaan bisa menikmati liburan dan tetap menjalankan perintah agama.
Yang pasti, lanjut Syamsul, saat ini Indonesia memiliki 15.288 hotel dan 35 diantaranya sudah bersertifikat syariah sedangkan 100 lainnya mendukung kebutuhan muslim. Sedangkan layanan spa saat ini ada 2.730 dengan 180 diantaranya menawarkan layanan syariah tapi belum disertifikasi. Data terbaru Lembaga Ta'mir Masjid Indonesia saat ini sudah ada 125.000 masjid yang tersebar di berbagai daerah di tanah air.
" Selain membidik wisatawan lokal, untuk regional kami berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Tentu lebih luas lagi negara-negara muslim lain di dunia," pungkas Syamsul lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya