Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
(Foto: Shutterstock.com)
Dream - Ketika hidup, kita tidak pernah tahu siapa yang dijamin masuk surga atau neraka. Selama ini, kita hanya tahu para ahli surga adalah mereka yang sudah jelas dijamin oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Tentu, mereka adalah para sahabat Nabi SAW seperti Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, dan lain sebagainya. Sementara di generasi kita, tidak diketahui siapa yang merupakan ahli surga.
Tetapi, mengutip Abdullah bin Zaid RA, Abdul Wahab As Sya'rani dalam kitabnya Mukhtasar At Tadzkirah lil Qurtubi menjelaskan, ada ciri-ciri tertentu untuk bisa mengenali seseorang sebagai ahli surga. Ciri-ciri tersebut sebenarnya disebutkan dalam Alquran.
Beberapa ciri itu seperti hidupnya penuh dengan kesedihan dan takut pada azab Allah SWT. Kesedihan di sini bukan karena perkara dunia, namun karena bagaimana dia dekat dengan Allah dan kekhawatiran akan masa depannya di akhirat kelak.
Dalam Surat At Thur ayat 26-27, Allah berfirman,
" Mereka berkata, 'Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka."
Ciri ahli neraka juga disebutkan dalam Alquran. Dalam Surat Al Insyiqaq ayat 13, Allah menunjukkan ciri orang yang masuk golongan ahli neraka.
" Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya."
Makna ayat di atas adalah mereka yang bersenang-senang dengan urusan duniawi. Sampai-sampai, mereka tidak memikirkan urusan akhirat.
Meski begitu, bukan kemudian kita harus terus menerus memikirkan akhirat dan melupakan urusan dunia sepenuhnya. Kita tetap harus memikirkan dunia, membuat berbagai inovasi, namun tidak larut dengan urusan-urusan di luar akhirat.
(ism)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis