Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Nabi Muhammad SAW Memberi Kabar Bahagia Untuk Mereka Yang Terkena Musibah (Foto: @shutterstocks.com)
Dream - Setiap manusia tentu tidak ingin menjadi korban bencana. Sayangnya, tak ada yang bisa menolak hadir musibah.
Kesedihan dan kesusahan pasti dialami mereka yang terkena musibah bencana alam. Mereka kehilangan keluarga maupun harta bendanya sekaligus merasakan trauma mendalam.
Seperti yang dialami saudara kita di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka kesusahan demi kesusahan terus menerus mereka hadapi.
Meski demikian Rasulullah Muhammad SAW meninggalkan pesan gembira kepada mereka yang menjadi korban bencana alam. Semoga semua saudara kita yang tertimpa musibah dapat teringankan duka laranya.
Dikutip dari NU Online, Pesan tersebut tercantum dalam hadis riwayat Tirmidzi, dari Aisyah RA.
" Rasulullah SAW bersabda, 'Tidaklah seorang mukmin terkenda duri atau yang lebih menyakitkan darinya kecuali Allah mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu kesalahan'."
Dalam Sunan At Tirmidzi, hadis ini tercantum pada bab pahala orang sakit. Tetapi, hadis ini dapat dikaitkan pada setiap orang yang terkena musibah.
Dalam riwayat lain yang tercantum dalam Shahih Bukhari, Rasulullah juga menyampaikan pesan senada. Riwayat itu didapatkan dari Abu Hurairah RA.
" Nabi SAW bersabda, ' Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kekhawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya',"
Imam Al Mubarakfuri menafsirkan, yang dimaksud penghapusan dosa dalam dua hadis di atas maupun hadis-hadis sejenis adalah dosa kecil, bukan dosa besar seperti syirik. Dosa besar hanya bisa dihapus melalui tobat nasuha.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest