Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Sumber: Http://www.mynewshub.cc/)
Dream - Demi kasih kepada ibu, seorang wanita Malaysia rela berkorban meninggalkan suaminya dan pulang ke kampung halaman untuk menjaga orangtua satu-satunya, yang lumpuh sebelah sejak dua bulan lalu.
Meski terpaksa berhimpitan dengan tiga orang kakaknya dalam sebuah rumah setengah jadi tanpa kamar, tidak menghalangi Che Zuraini Che Mat, 29, untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai seorang anak kepada ibunya, Wan Habsah Wan Mamat, 70.
Che Zuraini meninggalkan suaminya yang membuka kedai makan di Terengganu dan pulang ke rumah orang tuanya di Kampung Baru Sri Pandan, Felda Panching Timur, Kuantan, bersama dua orang anak perempuannya yang berusia tiga dan tujuh tahun.
" Ibu diserang stroke September lalu menyebabkan separuh badannya lumpuh dan membutuhkan perawatan intensif. Ayah sudah meninggal pada 2004, sementara tiga orang abang lagi tidak dapat menjaga ibu penuh waktu karena bekerja.
" Jadi, sebagai seorang anak bungsu dan satu-satunya anak perempuan, saya mengambil tanggung jawab ini untuk menjaga ibu meski pun kami terpaksa hidup dalam kondisi serba kekurangan di rumah yang dibangun atas tanah milik orang lain," kata Che Zuraini kepada wartawan, Selasa, 24 November 2015.
Yang paling menyedihkan, katanya, Departemen Kesejahteraan Masyarakat (JKM) telah menghentikan bantuan kepada ibunya sejak Maret lalu tanpa diketahui penyebabnya.
Sedangkan mereka sangat membutuhkan uang tersebut untuk membeli kebutuhan ibunya seperti popok sekali pakai, susu khusus dan kasur angin.
" Saya pun tidak tahu kenapa JKM menghentikan bantuan tersebut sedangkan kami bukanlah orang kaya dan ibu juga sudah uzur dan tidak mampu bekerja. Saya akan mencoba untuk memohon agar JKM melanjutkan bantuan tersebut," katanya.
Beruntung, penderitaan keluarga Che Zuraini mendapat perhatian Badan Amal Kemanusiaan dan Kemiskinan Seluruh Pahang (BAKKISS) yang menyumbang sebuah kursi roda untuk digunakan oleh Wan Habsah.
Presiden BAKKISS Wan Azlan Wan Salleh mengatakan pihaknya akan mencoba menyalurkan bantuan lain yang diperlukan termasuk dari segi medis untuk meringankan beban keluarga tersebut.
(Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi