Ilustrasi (muslim.or.id)
Dream - Gedung Balai Kota DKI Jakarta mendapat ancaman teror bom sekitar pukul 09.30 WIB. Ancaman tersebut diterima oleh petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) melalui telepon.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Awi Setiyono membenarkan adanya ancaman itu. Saat ini, kata dia, tim Gegana Polda Metro Jaya masih melakukan penyisiran di lokasi.
" Iya benar ada ancaman sekitar pukul 09.30 WIB," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Rabu 18 Juli 2016.
Awi mengatakan setelah mendapat telepon ancaman, Pamdal langsung melapor ke Polsek Metro Gambir. Selanjutnya Polsek Metro Gambir dan Polres Metro Jakarta Pusat langsung menghubungi tim Gegana Polda Metro Jaya.
" Saat ini masih kita telusuri, siapa yang telepon dan apa motifnya," ujar Awi.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama seperti dikutip laman beritajakarta.com, menyerahkan pengamanan kompleks Balai Kota DKI, kepada pihak Kepolisian.
" Kalau soal pengamanan aku serahkan sama polisi saja. Kalau soal ini saya tidak tahu," kata Basuki.
Gubernur yang akrab disapa Ahok ini mengaku telah meminta peningkatan pengamanan sejak adanya kejadian bom di Starbuck MH Thamrin beberapa waktu lalu. Tidak hanya di kompleks Balai Kota saja, tetapi pengamanan di seluruh Jakarta.
" Saya juga tidak tahu masuk lewat mana, saya biasa saja. Pas kejadian starbuck, seluruh Jakarta minta diamanin kok," ucapnya. (Sah)
Advertisement
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres

Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri