Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Arus Baru Ekonomi Syariah, Ketua MUI: Mari Bung Rebut Kembali!

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 8 Agustus 2017 13:16
Arus Baru Ekonomi Syariah, Ketua MUI: Mari Bung Rebut Kembali!
MUI menggadang-gadangkan satu bentuk perekonomian untuk menggantikan ekonomi saat ini.

Dream – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan Indonesia tengah bersiap menyongsong sistem perekonomian baru untuk menggantikan model yang berjalan saat ini. Sistem yang dianggap sebuah arus baru ekonomi Indonesia itu adalah ekonomi syariah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, mengatakan perekonomian sekarang bisa terbilang mandeg karena gagal dalam menjalankan fungsi pemerataan ekonomi nasional.

“ Dulu, (perekonomian Indonesia) dibangun dari atas atau trickle down. Tapi, ternyata tidak netes-netes,” kata Ma’ruf di Bogor, Jawa Barat, Senin 7 Agustus 2017.

Ma'ruf menilai salah satu indikasinya adalah terpuruknya bisnis para pemilik toko kelontong. Keberadaan minimarket dikhawatirkan bisa mematikan ekonomi toko kelontong. Ditambah lagi dengan harga jual di tingkat petani yang dipermainkan tengkulak.

“ Petani tidak punya kekuatan sehingga harga dimainkan tengkulak,” kata Ma’ruf.

Keluhan soal pemerataan ekonomi ini sebetulnya disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Respons mantan wali kota Solo ini pun mengagetkan. Ada dua konsep yang disampaikan Jokowi tentang arus baru perekonomian Indonesia.

“ (Yang pertama), ide Presiden, yaitu redistribusi aset. Presiden akan memberikan 12,7 juta hektare (lahan) untuk pesantren dan koperasi,” kata dia.

Kedua,  Jokowi akan membangun kemitraan dengan umat Islam. Dengan kemitraan ini, umat Islam bisa memunculkan industri dan waralaba baru.

“ Mari bung rebut kembali,” kata dia.

Sekjen MUI, Anwar Abbas, menambahkan semangat revolusi ekonomi harus dipahami sebagai kekuatan penyeimbang. Arus baru ekonomi ini diharapkan bisa mengubah paradigma masyarakat yang bermental pekerja.

“ Hijrahkan dari employee mentality kepada entrepreneurship mentality. Banyak umat yang menjadi owner, bukan hanya CEO,” kata Anwar.(Sah)

Beri Komentar