Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Ibadah Haji.
Badal haji atau wakil haji menjadi peluang bisnis baru jelang musim Haji.
Dream – Musim haji telah tiba. Saat itulah, orang Muslim dari penjuru dunia berdatangan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu.
Pada periode ini, ada yang namanya badal haji atau wakil haji. Mereka menghajikan jamaah haji yang cacat, bahkan yang meninggal dunia sekalipun.
Nah, badal haji ini ditangkap sebagai peluang bisnis bagi segelintir orang.
Dilansir dari Arab News, Kamis 1 September 2016, saat ini, bisnis wakil haji menjadi marak di Arab Saudi. Sebuah iklan yang berjudul “Kami akan melakukan haji untuk Anda” semakin marak beredar di situs jejaring sosial di Arab Saudi jelang musim Haji.
Bahkan, ada juga iklan tersebut menuliskan, “Kami akan mewakilkan haji atas nama orang cacat dan saudara yang meninggal.”
Lalu, berapa biaya untuk menyewa jasa badal haji? Disebutkan biaya per orang sebesar 4,5 ribu riyal atau setara dengan Rp16 juta.
“Anda dapat membayar tunai atau dengan mentransfer uang. Foto dan video yang menunjukkan seluruh proses haji akan dikirim smartphone mereka yang meminta layanan kami,” ujar salah satu pengunggah iklan ketika dihubungi.
Tuai kritik
Seorang ulama Saudi menyebut badal haji sebaiknya tak dilakukukan. Professor dari Imam Muhammad bin Saud Islamic University, Abdulrahman bin Awad Al-Qarni, mengingatkan orang-orang yang akan menggunakan jasa badal haji itu. Dikatakan bahwa mereka yang mengunggah iklan tersebut bersaing ketat untuk mendapatkan “klien” yang notabene adalah jamaah haji.
"Persaingan seperti itu tidak diperbolehkan karena berhaji tidak dimaksudkan untuk dijadikan profesi untuk mendapatkan uang," kata Al-Qarni.
Dia mengatakan layanan ini bisa membuat orang malas untuk beribadah haji sendiri. "Mereka mencari jalan pintas dengan menyewa orang lain untuk melakukannya," kata dia.(Sah)