Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Citilink Indonesia raih sertifikat `delay management`.
Dream - Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kian serius meningkatkan kualitas layanan pada para pengguna jasa. Baru-baru ini, Citilink menerima sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001: 2015 Delay management dari badan sertifikasi ISO yang berpusat di Inggris.
Citilink merupakan maskapi LCC pertama yang menerima sertifikat ISO itu. Presiden Direktur PT Citilink Indonesia, Albert Burhan, menjelaskan sertifikat itu merupakan acuan bagi maskapainya dalam menangani keterlambatan penerbangan sesuai dengan standar internasional.
"Ini jadi bukti kesungguhan dan ketaatan kami terhadap peraturan yang ditetapkan Kemenhub,"ungkapnya saat dijumpai di Redtop Hotel Jakarta Pusat pada Selasa, 5 Januari 2016.
Sebelum mendapatkan sertifikasi tersebut,, Citilink telah melalui serangkaian proses seleksi yang cukup panjang. Selama tiga bulan, perusahan maskapai ini harus melewari 17 prosedur, 14 uraian jabatan, 11 dokumen, 11 dokumen dan 27 formulir.
Citilink juga harus melalui proses audit lapangan dari British Standar Institute (BSI) sengan melakukan pemeriksaan ke 25 stasion domestik Citilink. Kemudian audit dilakukan pula dalam bidang KK dan ground handling, tiap-tiap customer service, operation control center, dan call center.
"Semoga dengan diberlakukan delay management ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat twrhdap layanan citilink," tutup Albert.