Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pemudik Sepeda Motor Masuk Ke Kapal Feri Untuk Menyeberang Pulau. (Foto: Adventuriderz.com)
Dream – Pemerintah memperpanjang libur Lebaran 2018. Pemerintah berharap penambahan cuti bersama tersebut bisa mengurai arus lalu lintas mudik tahun ini.
Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 19 April 2018, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan bahwa pengaturan ini membuat hari libur menjadi lebih tenang. Masyarakat bisa memilih hari libur untuk “pulang kampung”.
“Proses mudik itu akan lebih bagus kalau mereka diberikan pilihan. Jangan diberikan pilihan pada satu atau dua hari menjelang Lebaran,” kata Budi Karya di Jakarta.
“Melengkapi keputusan itu saudara-saudara kita bisa libur atau pulang sejak hari Sabtu atau Minggu. Ini harapannya arus lalu lintas akan lebih terurai dengan banyak hari libur Lebaran 2018,” tambah dia.
Menurut dia, libur nasional Idul Fitri 1439 H akan jatuh pada tanggal 15 dan 16 Juni 2018. Pemerintah akan menambah cuti bersama dalam rangka libur Idul Fitri 1439 H pada tanggal 11 dan 12 Juni 2018, sebelum Lebaran, dan pada tanggal 20 Juni 2018 sebelum Lebaran.
Dengan jumlah libur Lebaran 2018 yang semakin panjang, arus mudik ini akan tersebar ke beberapa hari dan tidak menumpuk hanya di dua hari sebelum Lebaran sebelum tahun lalu. “Ini akan tersebar ke beberapa hari.”
“Kalau tahun kemarin itu dua hari, maka akan menumpuk di dua hari itu. Bayangkan jumlah mobil yang bergerak ke Jawa Tengah yang banyak sekali itu akan penuh. Kalau ini, ada yang berangkat lebih awal,” tutur mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero).
Keputusan penambahan cuti bersama libur Lebaran 2018 ini, kata dia, akan berpengaruh terhadap kapasitas tiket pesawat dan kereta api sebagai alat transportasi mudik.
“Pesawat dan kereta api membuat mereka lebih gampang mengatur peak season. Kalau mereka biasanya memesan tiket paling banyak di dua hari sebelum Lebaran, dengan keputusan ini hari-hari sebelum itu akan diambil juga sehingga kapasitas yang bisa diperoleh juga lebih baik,” kata dia.
Sumber: Liputan6.com/ Nueseffi Dwi Wahyuni
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa