Ditekan Aksi Jual, Indeks Syariah Kembali Melemah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 18 Agustus 2015 09:48
Ditekan Aksi Jual, Indeks Syariah Kembali Melemah
Kurs rupiah belum menunjukan perbaikan setelah terus bergerak melemah.

Dream - Aksi jual saham kembali terjadi usai libur panjang HUT Kemerdeakaan Indonesia. Indeks saham acuan syariah yang ditutup menguat akhir pekan lalu kembali masuk zona merah.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,487 poin ke level 145,393.

Hingga 38 menit waktu perdagangan, ISSI belum berhasil menembus zona hijau. ISSI justru makin melemah 1,365 poin (0,94%) ke level 144,515.

Aksi jual investor mendorong 82 emiten syariah luruh ke zona negatif. Sebaliknya, 37 lainnya masih menikmati aksi belanj ainvestor dan 33 lainnya bertahan stagnan.

Di awal pekan ini investor sudah menggelontorkan dana sekitar Rp 461 miliar dengan 5,2 miliar saham yang berpindahtangan.

Tekanan jual juga melanda indeks saham bluechips syariah. Dibuka melemah 2,96 poin, Jakarta Islamic Index (JII) memulai awal pekan di level 603,454.

Dominasi koreksi harga saham bluechips syariah memaksa indeks JII masih mendekam di zona merah. Hingga 38 menit perdagangan, indeks JII sudah terpangkas 6,682 poin (1,10%) ke level 599,732.

Tercatat hanya 5 emiten unggulan syariah yang bertengger di zona hijau. Sebaliknya, 23 emiten lainnya terdesak aksi jual dan 2 emiten bertahan stagnan.

Bursa saham Indonesia memang tengah berada dalam tekanan ditandai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka melemah. Turun 13,042 poin (0,28%), IHSG membuka sesi prapembukaan di level 4.572,349.

IHSG kembali berkurang 18,987 poin (0,41%) ke level 4.566,404 di sesi pembukaan.

Investor tampaknya mengambil posisi jelang pengumuman tingkat suku bunga acuan BI Rate dan rilis kinerja ekonomi dari LPS.

Sentimen regional yang dibayangi pelemahan juga memaksa investor berhati-hati terjun ke pasar.

Kurs rupiah pagi ini juga belum membawa kabar baik. Rupiah saat ini terkoreksi 18 poin (0,13%) ke level 13.819 per dolar AS.

Beri Komentar