Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Hewan Kurban (theatlantic.com)
Dream - Masyarakat muslim di seluruh dunia tak lagi bakal menyongsong musim kurban. Aktivitas jual beli hewan kurban pun sudah mulai marak di berbaga sudut kota.
Seiring berkembangnya pola berkurban, masyarakat kini bisa menyalurkan hewan kurbannya tak hanya di kampungnya namun bisa sampai ke luar negeri. Syaratnya, uang kurban yang disumbangkan harus disediakan lebih besar.
Direktur Tebar Hewan Kurban (THK) Herman Budianto, dalam perbincangan dengan Dream.co.id mengatakan mahalnya hewan kurban di luar negeri, seperti Gaza Palestina, dikarenakan harga di negara tersebut memang sudah mahal.
Untuk berkurban di Gaza, masyarakat setidaknya harus menyumbangkan dana Rp 4,95 juta untuk satu ekor kambing. Dibandingkan di dalam negeri, harga hewan kurban ini hampir 3 kali lipat lebih mahal dari kambing lokal.
Sebagai informasi, THK menetapkan harga hewan kurban jenis kambing berbobot 25 Kilogram (Kg) adalah Rp 1,85 juta. Sementara kambing ukuran premium sebesar Rp 2,45 juta per ekor.
"Inilah yang membuat harga kurban Gaza lebih tinggi dibandingkan kurban yang akan disalurkan secara lokal ke seluruh daerah di Indonesia," ujar Herman.
Pengakuan yang sama disampaikan Vice President Philanthropy Network Departement Aksi Cepat Tanggap (ACT) sekaligus Direktur Marketing Global Qurban ACT , Jakarta, Ibnu Khajar.
Menurut Ibnu, ukuran hewan kurban di Palestina memang lebih besar dibandingkan Indonesia.
ACT sendiri menetapkan harga hewan kurban, kambing, sapi, dan unta, untuk distribusi lokal berkisar antara Rp 1.975.000 hingga Rp 24,75 juta per ekor.
Selama ini ACT menyalurkan hewan kurban untuk luar Indonesia seperti Palestina, Suriah, Yordania, Mesir, Somalia, Afrika Tengah, Kamerun, Srilangka dan banyak negara lainnya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari