Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. (Sumber: Umm.ac.id)
Sistem pendidikan ini berlaku untuk SD dan SMP.
Dream – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, menggagas pendidikan dasar untuk SD dan SMP, yaitu sistem pendidikan full day. Sistem pendidikan ini berlaku untuk sekolah negeri dan sekolah swasta.
Tujuannya, anak tak sendirian ketika orangtua mereka masih bekerja.
“Dengan sistem full day school ini, secara perlahan, anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang dari kerja,” kata dia dilansir dari Merdeka.com, Senin 8 Agustus 2016.
Muhadjir beralasan, siswa bisa mengerjakan tugas-tugas sekolah dan mengaji sampai mereka dijemput dengan orang tuanya usai jam kerja.
Kemudian, mereka bisa pulang bersama-sama dengan orangtua nereka. Sehingga ketika berada di rumah, mereka masih berada dalam pengawasan orangtua.
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini masih melakukan sosialiasasi di sekolah-sekolah. Mulai dari sekolah di pemerintahan pusat maupun di pemerintahan daerah.
“Nantinya memang ada payung hukumnya, yaitu Peraturan Menteri,” kata dia.
Kebijakan ini langsung direspons netizen.
© Dream
Tuai Kritik
Kebijakan baru ini menuai kritik dari kalangan netizen. Ada yang meminta Muhadjir memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia daripada menerapkan kebijakan ini.
“@22Similikiti @qifyathurlam yg perlu diperbaiki yg lebih penting dr sistem pendidikan masih banyak drpada ide full day school ini,” tulis pengguna Twitter bernama Olivia Catherine.
@22Similikiti @qifyathurlam yg perlu diperbaiki yg lebih penting dr sistem pendidikan masih banyak drpada ide full day school ini
— Olivia Catherine (@OliviaCath1540)August 8, 2016
Ada juga yang mengharapkan kebijakan ini hanya sebuah wacana. Seperti pengguna Twitter bernama Asri Prahersi yang menginginkan ada peningkatan kualitas guru.
“Semoga wacana wajib full day school ini hanya wacana. Mohon dikaji dengan mendalam pak menteri yg baru. Lebih baik tingkatkan kualitas guru” tulis netizen bernama @astiprahersi.
Semoga wacana wajib full day school ini hanya wacana.
Mohon dikaji dengan mendalam pak menteri yg baru.
Lebih baik tingkatkan kualitas guru— Asri Prahesti (@asriprahesti)August 8, 2016