Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Sukuk Hijau, Sukuk Yang Menyasar Kepada Proyek Ramah Lingkungan.
Dream – Di sektor keuangan syariah, dikenal dengan instrumen keuangan syariah yang bernama sukuk hijau (green sukuk). Produk keuangan syariah ini menyasar kepada proyek-proyek yang ramah lingkungan, energi baru terbarukan, dan perubahan iklim.
Dilansir dari Gulf Times, sukuk hijau ini menarik minat keuangan global karena sukuk ini concern pada proyek-proyek yang ramah lingkungan. Malaysia menjadi negara pelopor perilis surat utang syariah ini.
Pada tahun 2017, perusahaan tenaga surya Malaysia, Tadau Energy, menerbitkan sukuk hijau dan meraup dana segar 250 juta ringgit (Rp796,95 miliar) dari investor.
Komisi Sekuritas Malaysia telah menerbitkan kerangka sukuk investasi untuk lingkungan berkelanjutan pada tahun 2014. Aturan ini menetapkan hasil sukuk harus digunakan untuk pelestarian lingkungan dan sumber daya alam, menghemat penggunaan energi, mempromosikan teknologi terbarukan, dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Singkatnym sukuk hijau ini dibangun berdasarkan karakteristis pembiayaan sesuai syariah sebagai instrumen pembiayaan yang bertanggung jawab secara sosial dan etis.
Instrumen keuangan syariah ini bisa meningkatkan minat keuangan global karena sesuai untuk mendanani proyek infrastruktur yang ramah lingkungan. Misalnya, hasil sukuk bisa digunakan untuk membiayai kembali utang konstruksi dan mendanani subsidi lingkungan yang diberikan pemerintah.
“ Kami percaya ada peluang signifikan yang timbul dari minat global yang kuat terhadap pembiayaan hijau di mana instrumen penggalangan dana inovatif seperti sukuk hijau merupakan solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan global dan bentuk lain pembiayaan berkelanjutan dan bertanggung jawab,” kata Ketua Komite Sekuritas Malaysia, Ranjit Ajit.
Bank Dunia memuji pendekatan inovatif Malaysia terhadap pembiayaan proyek-proyek yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Peluang sukuk ini sangat besar karena mencakup bermacam-macam, seperti biogas, pembangkit listrik tenaga angin, dan mobil listrik.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?