Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Dua Indeks Syariah Melemah Hari Ini.
Dream – Langkah bursa saham Indonesia mencetak sejarah baru sedikit tertahan. Setelah dua hari terakhir terus mencetak rekor, Burs Efek Indonesia (BEI) hari ini justru dilanda tekanan jual investor.
Pelemahan yang melanda lantai bursa berbanding terbalik dengan kondisi bursa regional. Dua indeks acuan saham syariah juga turut mengikuti langkah sebagian besar indeks di BEI yang bergerak melemah.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 1,774 poin (0,95%) ke level 184,672. Tanda-tanda pelemahan ini sudah terlihat sejak sesi pembukaan perdagangan. ISSI memang sempat menyentuh zona hijau dan menyentuh level tertinggi 186,646. Namun penguatannya tak berlangsung lama.
Berbeda dengan indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) justru mendekam di zona merah sepanjang perdagangan. Indeks berisi 30 emiten unggulan saham syariah ini terkoreksi 8,921 poin (1,19%) ke level 738,252.
Hingga sesi penutupan perdagangan, saham-saham syariah yang diperdagangkan investor mencapai 39,19 juta lembar saham dan nilai transaksinya Rp3,58 triliun.
Semua indeks sektoral “ kebakaran”. Ada tiga indeks yang mengalami koreksi terbesar, yaitu perdagangan 1,42 persen, barang konsumsi 1,16 persen, dan industri dasar 1,01 persen.
Emite-emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini dihuni tiga emiten pelat merah. PTBA memimpin laju penguatan dengan menguat Rp175, SMGR Rp75, dan PTPP Rp30. Diikuti ADRO Rp5, dan BSDE Rp5.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNTR yang harga sahamnya melemah Rp1.375, UNVR Rp800, TPIA Rp250, AKRA Rp175, dan INDF Rp175.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 24 poin (0,18%) ke level Rp13.453 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS ini bergerak fluktuatif serta sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp13.473 per dolar AS dan terendah di level Rp13.488 per dolar AS.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya