Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Manajer, Terutama Manajer Yang Baru, Perlu Kemampuan Ini Untuk Membangun Hubungan Dengan Timnya,.
Dream – Keterampilan dalam memimpin merupakan salah satu syarat bagi seorang karyawan untuk bisa menduduki jabatan manajer. Karena nantinya dia harus mengelola sejumlah orang dalam timnya dengan baik.
Dikutip dari Business Insider, Jumat, 19 Januari 2018, sebuah startup yang menyediakan pelatihan karier, BetterUp, menyatakan manajer baru punya kesempatan untuk membangun soft skill.
Pimpinan Departemen Pelatihan BetterUp, Jacinta Jimenez, mengatakan ada tiga keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang manajer.
Menetapkan Target dan Menyampaikannya dengan Jelas
Sebagian besar manajer memulai jabatan barunya dengan karyawan yang berkinerja tinggi. Mereka mungkin dipromosikan karena kemampuannya dan insting terhadap pekerjaannya.
“ Ini terlalu cepat dan membuat mereka untuk lembur. Tak baik untuk semua orang,” kata Jimenez.
Seorang manajer sebaiknya menetapkan target dan meminta bawahan untuk memberikan laporan yang jelas. Dengan begitu, bawahan akan merasa dihargai dan dimotivasi karena manajer menunjukkan kepercayaan kepada kemampuan tim.
“ Sulit menyampaikan laporan untuk memotivasi jika Anda tidak punya arahan yang jelas,” kata Jimenez.
Buat Anggota Tim Merasa Bisa Berkontribusi
Seorang manajer yang sukses, biasanya, pandai menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Dengan begitu, karyawan bisa memberikan sumbangsih terhadap pekerjaan.
Pakar manajemen dan kepemimpinan di Harvard Business School, Ami Edmondson, mengatakan manajer sebaiknya mencari tahu lebih dalam tentang ide-ide tim dan target mereka. Dia juga sebaiknya menunjukkan rasa antusias terhadap ide-ide yang disampaikan.
“ Ketika seorang pemimpin membangun kebiasaan ini, kreativitas dan inovasi akan berkembang,” kata Edmondson.
Tidak Takut Gagal
Tidak mengherankan seorang manajer baru khawatir gagal mencapai target. Padahal, kata Jimenez, hal lain yang membuat manajer sukses adalah tidak takut gagal dan terus mengembangkan pola pikir.
“ Anda harus keluar dari pola pikir lama dan mengembangkan yang baru sehingga gagasan yang didapatkan bisa menumbuhkan kemampuan otak untuk belajar dan memecahkan masalah,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya