Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Brunei Darussalam Mengincar Pasar Makanan Halal Di Tiongkok.
Dream – Brunei Darussalam menjalin kerja sama dengan Tiongkok untuk menggarap industri makanan halal di Negeri Tirai Bambu itu. Brunei melihat adanya potensi yang besar bagi berkembangan industri halal di sana.
“ Brunei melihat makanan halal sebagai salah satu pondasi yang kuat dalam kerja sama ekonomi Brunei-Tiongkok,” kata Menteri Energi dan Industri Brunei, Mohammad Yasmin, dilansir Xinhua, Jumat 25 Agustus 2017.
Yasmin mengatakan nantinya makanan halal yang beredar di Tiongkok menggunakan sertifikat halal Brunei. Negara ini juga melibatkan perusahaan pelat merahnya, Ghanim International Corporation untuk mengemas dan memasarkan produk makanan halal di pasar lokal dan internasional.
Brunei ini memiliki populasi 400 ribu orang. Meski sedikit, negara ini punya potensi yang besar untuk memasarkan produk halal bersertifikat di pasar global.
“ Brunei ini menduduki peringkat ke-12 di antara 73 negara, menurut Thomson Reuters di laporan Global Islamic Economy 2017. Peringkatnya naik 5 tingkat dari peringkat 17 tentang seberapa besar kontribusi industri makanan halal terhadap perekonomian,” kata Yasmin.
Menurut data statistik Kementerian Energi dan Industri Brunei, industri halal lokal membukukan pendapatan sebesar 88 juta dolar Brunei, setara Rp861 miliar, pada 2016. Sementara itu, penjualan produk makanan halal Brunei periode Januari-Juli 2017 sebesar 43,2 juta dolar Brunei, setara Rp423 miliar.
Yasmin mengatakan ada beberapa proyek dan investasi dari Tiongok terkait dengan makanan, seperti perusahaan pengolahan dan pemasaran makanan. “ Kami akan maju mencari kolaborasi dengan Tiongkok untuk industri makanan halal,” kata dia. (ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
