6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Tabung Oksigen Diborong Pembeli Seiring Dengan Kasus COVID-19 Yang Meledak. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tingginya kasus Covid-19 membuat permintaan tabung oksigen medis meningkat. Pedagang farmasi menyebut meningkatnya pembelian berujung kelangkaan tabung.
“ Jumat itu banyak yang beli, makanya jadi langka,” kata Sekjen Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Yoyon, dikutip dari Merdeka.com, Senin 28 Juni 2021.
Mayoritas pembeli bukanlah dari instansi atau lembaga kesehatan, tetapi masyarakat biasa. Padahal, para pedagang tak punya banyak stok tabung oksigen. Paling banyak satu toko hanya menyediakan 20 tabung oksigen dalam berbagai ukuran dan yang terjual biasanya hanya satu hingga dua tabung.
“ Maksimal sekali satu toko stok 20 tabung karena sebelum kemarin paling sehari 1-2 saja yang terjual,” kata dia.
Penjualan tabung oksigen ini memang tidak dijual bebas tanpa perlu resep dokter. Tak sedikit masyarakat membeli barang ini untuk keperluan perawatan orang sakit di rumah.
Kelangkaan ini, kata Yoyon, mirip dengan masker medis yang diborong banyak orang. Kondisi ini merupakan kepanikan masyarakat karena kasus COVID-19 meningkat.
“ Biasanya kan orang beli buat yang dirawat di rumah. Nah, baru kali ini ada kelangkaan, mungkin karena masyarakat panik,” kata dia.
Yoyon mengatakan, saat normal, harga jual tabung oksigen bervariasi sesuai ukuran. Misalnya, yang berukuran 1 meter kubik harganya Rp750 ribu-Rp800 ribu, 1,5 meter kubik Rp850 ribu-Rp1 juta, dan 2 meter kubik Rp1 juta-Rp2 juta. Dia mengaku tak tahu harga terbaru tabung oksigen setelah langka.
“ Kalau sekarang, kita nggak tahu. Tergantung harga dari supplier,” kata dia.
Yoyon mengatakan kelangkaan ini disebabkan oleh keterlambatan pengiriman dari pemasok. “ Kita sudah minta sama distributor pada Sabtu malam, tapi dari pihak sana bilang ada keterlambatan pengiriman,” kata dia.
Yoyon khawatir ada spekulan di tengah kegentingan. Untuk itu, Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka bekerja sama dengan polisi untuk mengantisipasi terjadinya spekulan.
“ Kami bekerja sama dengan Polsek Matraman dan Polsek Jakarta Timur untuk standby di sini buat memantau, mencari tahu kenaikan harganya ini kenapa,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
