Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bisnis Apa Saja Yang Moncer Selama Pandemi Covid-19? (foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Pandemi Covid-19 membuat perekonomian di Indonesia dan dunia bergerak lamban. Dengan mobilitas yang dikurangi, para pelaku usaha harus memutar otak agar barang dagangnya tetap laris tanpa khawatir tertular virus Sar-CoV-2.
Beberapa sektor usaha yang tak kuat menghadapi hantaman pandemi terpaksa merumahkan karyawan demi mengurangi biaya perusahaan. Ada pula yang banting stir ke sektor usaha yang dianggap lebih potensial.
Meski berat, masa pandemi menutut setiap orang untuk berpikir lebih keras dan kreatif. Sulitnya mencari pekerjaan turut mendorong lahirnya pelaku usaha baru.
“ Banyak sisi sektor usaha yang peluang keuntungannya sangat besar di masa pandemi, yaitu sisi regulasi, sisi perilaku konsumen dan tren masa kini,” kata Founder Negeri Pembelajar Edutech di acara Shopee Pay Talk, Fellexandro Ruby, baru-baru ini.
Menurut Felix, dari sisi regulasi perusahaan properti dan otomotif saat ini menikmati pemberlakuan relaksasi pajak. Regulasi tersebut bisa menjadi peluang untuk meningkatkan keuntungan yang lebih besar.
Kedua, perilaku konsumen yang bergeser, misalnya dari kebiasaan. Kata Fellexandro, sebelum pandemi, orang menganggap rumah sebagai tempat persinggahan karena lebih banyak menghabiskan waktu di luar.
Adanya fenomena WFH membuat orang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.
“ Muncul keinginan untuk mempercantik bagian rumah,” kata dia.
Ide usaha dekorasi rumah dan segala pernak-perniknya akan laku keras karena banyak orang yang ingin mempercantik agar menjadi lebih nyaman di rumah.
“ Terakhir, mengikuti tren yang ada, seperti tren tanaman bunga kemarin. Mungkin bisa mengambil ide bisnis serupa, contohnya membuat serum agar tanaman cepat tumbuh subur,” kata dia.
Mengikuti tren memang perlu tapi lebih baik untuk tetap menginovasi tren tersebut agar tidak kehabisan ide dan peluang. Owner Ayam Goreng Nelongso, Suherman, menyarankan untuk tak perlu banyak strategi ketika hendak mulai usaha.
“ Cukup lakukan dengan prinsip ATM, Amati, Tiru dan Murahin,” kata Owner Ayam Goreng Nelongso, Suherman.
(Laporan : Delfina Rahmadhani)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya