Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indeks bursa saham syariah bergerak fluktuatif. Pelaku pasar cenderung bersikap spekulatif dengan sentimen yang muncul.
Munculnya aksi beli investor lokal di awal sesi sedikit memberikan dorongan indeks saham menguat.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 26 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,036 poin ke level 158,780.
Adanya aksi beli di awal sesi sukses mengangkat ISSI kembali ke jalur positif. Hingga 35 menit waktu perdagangan, ISSI telah menanjak 0,157 poin (0,10%) ke level 158,973.
Laju positif ISSI ini terangkat oleh naiknya harga saham dari 48 emiten syariah. Namun ISSI masih mewaspadai pelemahan yang dicetak 55 emiten syariah dan 52 lainnya yang stagnan.
Di awal sesi ini, transaksi perdagangan saham syariah telah mencetak nilai Rp 614,73 miliar dengan 6,45 miliar saham yang berpindahtangan.
Pembukaan di zona negatif juga sempat dicetak saham-saham bluechips syariah. Terkoreksi 0,193 poin, Jakarta Islamic Index (JII) dibuka di zona merah 659,597.
Melantainya pelaku pasar di tengah kecemasan penanganan Yunani tampaknya sedikit berkurang. Terlihat dari munculnya aksi beli investor pada saham-saham bluechips syariah.
Hingga 35 menit waktu perdagangan, indeks JII sudah terdongkrak naik 1,915 poin (0,29%) ke level 661,705.
Sebanyak 10 emiten keping biru syariah telah beranjak menguat dan 13 lainnya melaju lemah. Sisanya memilih bertahan stagnan.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga memulai perdagangan dari zona negatif. Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 3,015 poin (0,06%) ke level 4.917,02.
Namun IHSG langsung melompat ke zona hijau di pembukaan perdagangan saham dengan menguat 4,9 poin (0,1%) ke level 4.924,917.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya