Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Seorang Pria Berdiri Di Depan Papan Perdagangan Bursa.
Dream - Indeks acuan saham syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertukar tempat pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 7 September 2017. Setelah kemarin meninggal IHSG melemah, kali ini justru Indeks syariah yang merosot ke zona merah.
Kejutan juga diberikan pemodal asing yang kembali melakukan aksi jual. Nett Sell asing naik hampir dua kali lipat.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,136 poin (0,07%) ke level 184,402. ISSI memang sudah memerah sejak dibuka di level 184,323 meski sempat naik ke zona hijau dan menyentuh level tertinggi 184,587.
Laju indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tak kalah berbeda dari ISSI. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini melemah 0,701 poin (0,09%) ke level 741,190.
Transaksi perdagangan saham syariah hari ini mencatat kenaikan meski secara volume relatif stagnan. Nilai jual beli saham syariah mencapai Rp 3,6 triliun dengan 40,04 juta saham berpindahtangan.
Pemodal asing yang kemarin berburu saham kali ini justru melepas portofolio syariah mereka. Nett sell asing naik menjadi Rp 596 miliar.
Secara keseluruhan, dua indeks sektoral yang melorot paling tajam, yaitu industri aneka sebesar 1,73 persen dan pertambangan 1,08 persen.
Sisanya bergerak menghijau dengan sektor industri dasar, perdagangan, dan keuangan menjadi pilihan investor. Ketiga indeks ini terangkat masing-masing 0,84 persen, 0,80 persen, dan keuangan 0,60 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah top gainer yang menjadi lirikan investor adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp1.650, INDF Rp150, SMGR Rp125, TPIA Rp100, dan AKRA Rp100.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah ASII yang harga sahamnya turun Rp175, PTBA Rp175, LPPF Rp100, ICBP Rp50, dan EXCL Rp75.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 19 poin (0,14%) ke level Rp13.314 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya