Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia kembali bergairah sehari jelang hasil pengumuman Pemilihan Presiden (Pilpres) 2104. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan kembali menembus level 5.100.
Pelaku pasar juga merespon sentimen positif dari kenaikan indeks Dow Jones yang menguat 123,37 poin (0,73%) pada penutupan akhir pekan lalu.
IHSG pada pra pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 21 Juli 2014, melompoat 20,44 poin (0,4%) ke level 5.107,46. Penguatan ini dibantu oleh naiknya harga saham dari 35 emiten.
Hingga 15 menit perdagangan saham, IHSG masih terus bergerak di zona hijau. Indeks menguat 23,66 poin (0,48%) ke level 5111,23.
Lompatan juga dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka menguat 0,74 poin (0,45%) ke level 167,42. Kenaikan indeks ISSI ini dibantu naiknya harga saham dari 29 emiten sementara 1 lainnya mengalami koreksi.
ISSI sampai ini masih terus bergerak dalam tren menguat bahkan sempat menembus level tertinggi 168,15. Sebanyak 101 emiten telah bergerak di zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 5,22 miliar saham dengan nilai menembus Rp 483,34 miliar.
Di jajaran saham bluechips syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak menguat. Indeks JII dibuka naik 4,32 poin (0,63%) ke level 694,11.
Sayangnya, belum ada satupun indeks saham keping biru yang ditransaksikan di sesi pra pembukaan tersebut.
Penguatan indeks kali ini terjadi di tengah aksi pemodal asing yang melepas sebagian sahammnya. Sempat mencetak nett buy Rp 1,27 miliar pada sesi pembukaan, asing kini justru membukukan nett sell hingga Rp 54,61 miliar.
Dari kawasan Asia, bursa saham utama didominasi penguatan. Indeks Hang Seng dan Strait Times masing-masing menguat 0,04 persen dan 0,14 persen.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga terus bergerak naik. Rupiah pagi ini menguat 12 poin (0,1%) menjadi 11.598 per dolar AS.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia yakin laju bursa di awal pekan ini didominasi sentimen pengumuman hasil Pilpres.
" Satu hal yang perlu diperhatikan adalah arus aliran dana asing, yang akan sangat menentukan arah dari pergerakan IHSG. Jika mereka kembali melakukan akumulasi dengan agresif, IHSG baru bisa bergerak naik secara signifikan," ujarnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya