Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Naik Tipis, Waspadai Profit Taking

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 5 Agustus 2014 09:25
Indeks Syariah Naik Tipis, Waspadai Profit Taking
Bursa saham Indonesia di sesi pra pembukaan perdagangan masih dibuka menguat. Namun pelemahan terjadi sesaat setelah perdagangan dimulai.

Dream - Bursa saham Indonesia mengawali sesi perdagangan di zona hijau. Namun penguatan berlangsung hanya sesaat karena hampir seluruh indeks saham terpeleset ke teritori negatif.

Tren pelemahan indeks di awal perdagangan ini mengikuti bursa saham regional yang juga mencetak koreksi. Sinyal negatif dari bursa saham Amerika Serikat (AS) membuat pelaku pasar sedikit waspada.

Pemodal asing juga ikut membawa sentimen negatif setelah melakukan aksi jual saham. Pemodal asing pagi ini mencetak nett sell sekitar Rp 20 miliar.

Pada pra pembukaan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 5 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 3,82 poin (0,07%) ke level 5.123,06. Kenaikan ini memang cukup riskan mengingat IHSG hanya ditopang kenaikan harga saham dari 19 emiten.

Di sesi awal perdagangan, nilai transaksi mencapai Rp 51,01 miliar dengan volume 155,64 miliar saham.

Penguataan sesaat juga dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat 0,17 poin (0,11%) ke level 169,06. Sebanyak 15 emiten bergerak di jalur hijau sementara 7 lainnya terkoreksi.

Laju penguatan indeks ISSI masih terus berlanjut di sesi pembukaan. ISSI masih bergerak menguat 0,08 poin (0,05%) ke level 168,97, turun sedikit dari sesi pra pembukaannya.

Hingga perdagangan pukul 09.13 WIB, indeks ISSI sudah berada di zona merah dengan melemah 0,63 poin (0,37%) ke level 168,25.

Transaksi kurang dari 15 menit pertama perdagangan ini telah membawa 46 emiten syariah masih zona hijau. Sementara 56 lainnya mengalami koreksi harga saham. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 378,38 miliar.

Di deretan saham-saham unggulan syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga turut masuk tren pelemahan. Indeks JII dibuka menguat 0,93 poin (0,13%) ke level 702,17 pada sesi pra pembukaan.

Di menit-menit awal sebelum pembukaan perdagangan, belum ada emiten yang mengalami perubahan harga. Namun transaksi perdagangan saham sudah mencapai Rp 32,1 miliar.

Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam ulasannya menilai gerak IHSG kemarin mampu melalui berbagai sentimen negatif akibat dukungan laju inflasi yang cukup stabil.

Namun untuk hari ini, Reza mengimbau pelaku pasar untuk mewaspadai aksi ambil untung (profit taking) terutama dari investor panik.

Koreksi indeks juga kemungkinan terjadi karena pasar Indonesia mulai merespon kondisi bursa saham regional yang belum membaik.

Beri Komentar