Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia mengawali sesi perdagangan di zona hijau. Namun penguatan berlangsung hanya sesaat karena hampir seluruh indeks saham terpeleset ke teritori negatif.
Tren pelemahan indeks di awal perdagangan ini mengikuti bursa saham regional yang juga mencetak koreksi. Sinyal negatif dari bursa saham Amerika Serikat (AS) membuat pelaku pasar sedikit waspada.
Pemodal asing juga ikut membawa sentimen negatif setelah melakukan aksi jual saham. Pemodal asing pagi ini mencetak nett sell sekitar Rp 20 miliar.
Pada pra pembukaan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 5 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 3,82 poin (0,07%) ke level 5.123,06. Kenaikan ini memang cukup riskan mengingat IHSG hanya ditopang kenaikan harga saham dari 19 emiten.
Di sesi awal perdagangan, nilai transaksi mencapai Rp 51,01 miliar dengan volume 155,64 miliar saham.
Penguataan sesaat juga dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat 0,17 poin (0,11%) ke level 169,06. Sebanyak 15 emiten bergerak di jalur hijau sementara 7 lainnya terkoreksi.
Laju penguatan indeks ISSI masih terus berlanjut di sesi pembukaan. ISSI masih bergerak menguat 0,08 poin (0,05%) ke level 168,97, turun sedikit dari sesi pra pembukaannya.
Hingga perdagangan pukul 09.13 WIB, indeks ISSI sudah berada di zona merah dengan melemah 0,63 poin (0,37%) ke level 168,25.
Transaksi kurang dari 15 menit pertama perdagangan ini telah membawa 46 emiten syariah masih zona hijau. Sementara 56 lainnya mengalami koreksi harga saham. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 378,38 miliar.
Di deretan saham-saham unggulan syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga turut masuk tren pelemahan. Indeks JII dibuka menguat 0,93 poin (0,13%) ke level 702,17 pada sesi pra pembukaan.
Di menit-menit awal sebelum pembukaan perdagangan, belum ada emiten yang mengalami perubahan harga. Namun transaksi perdagangan saham sudah mencapai Rp 32,1 miliar.
Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam ulasannya menilai gerak IHSG kemarin mampu melalui berbagai sentimen negatif akibat dukungan laju inflasi yang cukup stabil.
Namun untuk hari ini, Reza mengimbau pelaku pasar untuk mewaspadai aksi ambil untung (profit taking) terutama dari investor panik.
Koreksi indeks juga kemungkinan terjadi karena pasar Indonesia mulai merespon kondisi bursa saham regional yang belum membaik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya