Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah mendorong bank syariah untuk turut andil dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Salah satu bank yang direkomendasikan Otoritas Jasa Keuangan adalah PT Bank BRI Syariah.
" OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sudah menyetujui dan merekomendasikannya kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Sudah boleh dari OJK," kata Deputi Komisioner Pengaturan Perbankan OJK, Mulya Siregar, di Jakarta, Kamis 28 April 2016.
Mulya mengakui ada kekhawatiran terhadap bank syariah sebagai penyalur KUR. Sebab, KUR selama ini menerapkan mekanisme pinjaman dengan sistem bunga flat.
Untuk itu, OJK meminta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk melihat produk syariah mana yang sesuai dengan mekanisme KUR.
" Saya mengusulkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang suku bunganya mirip dengan produk syariah, yaitu murabahah," kata dia.
Sekadar informasi, murabahah ini merupakan produk syariah di mana pembiayaan dilakukan berdasarkan akad jual beli antara bank dengan nasabah. Bank membeli barang yang dibutuhkan nasabah dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah keuntungan marjin yang disepakati.
" KUR syariah hanya bisa (disalurkan lewat produk) murabahah. Tidak bisa ke produk yang lain," kata dia.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI Syariah, Indriati Tri Handayani, mengatakan anak usaha PT Bank BRI Tbk ini siap mengajukan penyaluran KUR syariah sebesar Rp500 miliar. Mereka sedang menunggu izin pemerintah untuk bisa menyalurkan kredit ini.
" Izin belum keluar. Izin dari Kementerian Keuangan yang belum. Kami masih menunggu," kata Indriati ketika dihubungi Dream lewat pesan tertulis di Jakarta, ditulis Senin 2 Mei 2016.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya