Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Seorang Pria Memperhatikan Pergerakan Saham Di Papan Perdagangan.
Dream – Regulator pasar modal Pakistan berencana menyederhanakan aturan penerbitan sukuk. Mereka ingin mempermudah penerbitan instrumen keuangan syariah karena permintaan sudah melebihi pasokan.
Regulator pasar modal, The Securities and Exchange Commission of Pakistan (SECP), telah mengajukan amandemen regulasi surat utang syariah yang dirilis tahun 2015. Komisi ini akan membuat proses penerbitan sukuk lebih mudah dan biayanya lebih murah.
Mereka sedang mendiskusikan amandemen ini dengan konsultasi publik hingga 24 April 2017. “ SECP akan menyelesaikan amandemen sesegera mungkin setelah konsultasi selesai,” kata juru bicara SECP, Bilal Rasul, kepada Reuters, dilansir Salaam Gateway, Rabu 12 April 2017.
Pakistan melihat ada pertumbuhan dana investasi syariah yang mendorong permintaan sukuk. Tercatat, dana reksa dana syariah sebesar US$2,3 miliar (Rp30,58 triliun) pada Desember 2016 atau 37 persen dari total reksa dana di pasar modal Pakistan.
Ditambah, dua pertiga dana pensiun dikelola dengan sistem syariah.
SECP juga ingin menekankan penggunaan special purpose vehicles (SPV) untuk penerbitan sukuk. Hal ini juga akan menyelaraskan defisnisi sukuk yang disebutkan oleh lembaga standardisasi keuangan syariah, Accounting and Auditing Organization for Islamic Finance (AAOIFI).
Regulator juga meminta pasar modal untuk memasukkan proposalnya sendiri untuk mengurangi ongkos penciptaan pasar sukuk dan penerbitan sukuk.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?