Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi.
Dream – Perusahaan investasi syariah, SBI Islamic Fund, akan menginventasikan dana sebesar US$100 juta (Rp1,32 triliun) untuk Perum Perikanan Indonesia, perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang perikanan.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun pengolahanan ikan di Aceh dan Maumere.
Dilansir dari Salaam Gateway, Rabu 12 April 2017, investasi sebesar US$60 juta (Rp797,02 miliar) dari SBI Islamic Fund II—dana ini terdiri atas US$25 juta (Rp332,09 miliar) dari Kementerian Keuangan Brunei Darussalam, US$25 juta (Rp332,09 miliar) dari SBI, dan US$10 juta (Rp132,83 miliar) dari IDB. Sisanya, US$40 juta (Rp531,49 miliar) masih didiskusikan dengan investor.
“ Investasi ini bertujuan untuk membangun fasilitas pengolahan ikan di Maumere untuk mengolah ikan tuna. Tuna olahan ini akan diekspor ke Jepang,” kata CEO SBI Islamic Fund, Amran Mohammad, di Nusa Dua, Bali.
Amran mengungkapkan pembangunan fasilitas pengolahan ikan serupa juga akan dibangun di Aceh namun dengan kapasitas yang lebih besar. Namun, tidak disebutkan secara rinci besar kapasitas dua fasilitas pengolahan ikan tersebut.
“ Kami sedang merundingkannya dengan Aceh sekarang,” kata CEO SBI Islamic Fund, Amran Mohammad, di Nusa Dua, Bali.
Sekadar informasi, SBI Islamic Fund ini merupakan perusahaan patungan antara Kementerian Keuangan Brunei Darussalam dengan SBI Holding di Jepang. Sasaran investasi ini adalah investasi di proyek yang menguntungkan dan sektor swasta di Asia Pasifik. Porsi komposisi modal Brunei Darussalam dan SBI Holding sebesar 50:50.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya