Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Orang Tua Pun Mulai Memburu Produk Investasi Untuk Mengumpulkan Uang Pendidikan Anaknya.
Dream – Bagi Sahabat Dream yang telah menikah dan memiliki anak, biaya pendidikan menjadi hal yang sangat penting. Ingat, dari tahun ke tahun, pendidikan semakin mahal lho.
Banyak juga yang khawatir anaknya tidak bisa sekolah. Kebanyakan karena biaya pendidikan yang melangit.
Untuk itu, produk keuangan yang menawarkan pengumpulan dana pendidikan pun mulai diincar pasangan muda dan para orangtua. Salah satu instrumen keuangan yang menjadi primadona menghimpun dana pendidikan adalah asuransi pendidikan.
Apa itu asuransi pendidikan? Dilansir dari finansialku.com, Selasa 11 April 2017, asuransi pendidikan adalah gabungan antara produk asuransi dwiguna (endowment insurance) dan unitlink. Manfaat utamanya adalah melindungi orangtua (life insurance) sekaligus memberikan kepastian dana pendidikan anak.
Tapi, tahukah Sahabat Dream kalau asuransi bukanlah satu-satunya instrumen mengumpulkan dana dana pendidikan bagi buah hati?
Pakar keuangan, Ahmad Gozali, mengatakan produk keuangan untuk 'mengamankan' dana pendidikan anak tidak melulu lewat asuransi.
“ Kalau mikirnya asuransi saja, itu salah,” kata Gozali ketika ditemui Dream di kompleks Al Azhar, Jakarta, ditulis Selasa, 11 April 2017.
Dia mengatakan ada produk dana pendidikan lain yang dapat dimanfaatkan para orangtua selain asuransi. Produk tersebut dapat berupa tabungan pendidikan atau reksa dana.
Jika ingin berinvestasi pada salah satu produk keuangan ini, Gozali mengatakan orangtua terlebih dulu membuat perencanaan keuangan bagi pendidikan sang anak. Misalnya, lokasi anak sekolah, estimasi biaya, dan jangka waktunya. Jika sudah ketahuan, barulah bisa membuat perkiraan untuk dana investasi.
“ Misalnya, untuk pasangan yang baru menikah, produk yang bisa dipilih adalah reksa dana saham atau campuran jika (waktu investasi untuk dana pendidikan) 4 tahun untuk TK dan 7 tahun untuk SD,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya