Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dua Indeks Syariah Melemah.
Dream – Lantai bursa saham syariah mulai didatangi dana asing yang kembali berburu saham. Namun aksi beli investor yang minim tersebut tak mampu menggusur langkah pemodal lokal yang masih melepas portofolio syariahnya.
Di tengah bursa utama regional yang mulai menguat, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali menutup perdagangan di zona merah.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 21 November 2017, mencatat indeks ISSI turun 0,821 poin (0,45%) ke level 182,808. ISSI melemah setelah sebelumnya dibuka menguat di level 183,758 dan sempat terangkat ke level 184,304.
Indeks keping biru syariah, JII juga mengalami koreksi sebesar 2,432 poin (0,33%) ke level 724,524.
Transaksi perdagangan saham syariah sedikit mengalami kenaikan dengan 57,09 juta saham syariah yang berpindah tangan. Transaksi jual beli ini membuat lantai bursa syariah kebanjiran dana sekitar Rp3,75 triliun.
Pemodal asing memanfaatkan aksi jual investor domestik dengan mencatatkan nett buy tipis. Pada saham-saham penghuni ISSI, nilai nett buy asing mencapai Rp12,69 miliar dengan Rp5,91 miliar dilakukan pada saham-saham bluechips syariah.
Tiga indeks sektoral terjun bebas dengan mengalami koreksi di atas 1 persen. Ketiga indeks sektoral itu adalah pertambangan yang anjlok 1,2 persen, industri aneka 1,04 persen, dan industri dasar 1,03 persen.
Penguatan indeks barang konsumsi sebesar 0,10 persen dan infrastruktur 0,41 persen tak cukup menahan laju perdagangan.
Emiten-emiten JII pencetak top gainer dari sisi harga kali ini adalah AKRA yang menguat Rp50, TLKM Rp50, INCO Rp20, KLBF Rp20, dan WIKA Rp10.
Sebaliknya, emiten-emiten top loser adalah UNTR yang harga sahamnya melemah Rp625, PTBA Rp400, TPIA Rp150, AALI Rp125, dan EXCL Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.527 per dolar AS. Kurs ini menguat 2 poin atau 0,01 persen.
(Sah)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi