Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto: World Buzz.
Dream - Waktu kecil, kita mungkin pernah diperingatkan orangtua agar tidak terlalu lama bermain komputer atau menonton televisi.
Namun, kita terkadang mengabaikan peringatan mereka dan tetap melanjutkan aktivitas yang mengasyikkan itu.
Padahal orangtua berbuat demikian demi kebaikan dan kesehatan anak-anak mereka.
Sayangnya, seorang gadis di Dongguan, China tidak mendengar nasihat orangtuanya. Akibatnya, dia sekarang kehilangan penglihatan pada mata sebelah kanannya.
Menurut laman Sina, gadis 21 tahun bernama Wu itu memanfaatkan liburan panjang selama perayaan Golden Week, dengan bermain video game di rumahnya setiap hari.
Meski teman-temannya mengajak dia pergi bermain di luar, Wu selalu menolak. Dia lebih senang berada di dalam rumah sambil bermain video game King of Glory yang saat ini sedang 'hit' di China.
Wu sering bermain game itu tanpa henti. Sampai satu hari mata kanannya tiba-tiba tidak dapat melihat apapun.
Berpikir kondisinya itu hanya sementara, Wu memutuskan untuk beristirahat sejenak dari bermain King of Glory. Wu kemudian pergi tidur.
Namun, keesokan harinya kondisi matanya masih tetap sama. Merasa panik, orangtua membawa Wu ke rumah sakit.
Setelah diperiksa, dokter mendiagnosisnya dengan gangguan arteri pada retina. Dokter mengatakan, penyakit ini biasanya terjadi pada pasien lansia dan sangat jarang diderita oleh pasien semuda Wu.
Namun dalam kasus Wu, matanya mengalami kelelahan parah. Ini akibat stres setelah ketagihan bermain video game non-stop selama berjam-jam.
Wu mengaku, setelah mengerjakan tugas-tugas rumahnya, dia akan bermain King of Glory tanpa berhenti selama 7 atau 8 jam.
"Selama liburan, saya akan bangun jam 6 pagi, makan pagi dan mulai bermain sampai jam 4 sore. Saya kemudian berhenti dan makan sebelum tidur sebentar.
"Setelah itu saya bermain sampai jam 1 pagi atau 2 pagi. Terkadang, saya bahkan terlalu malas untuk berhenti dan makan," jelas Wu.
Saat ini, dia masih berada di rumah sakit di mana dokter berusaha menyelamatkan penglihatannya.
Wu merasa menyesal karena dia tidak mendengarkan nasihat orang tuanya. Dokter juga memberinya saran agar tidak memandang layar dalam waktu yang lama.
"Sebaiknya mengalihkan pandangan sesekali karena terlalu lama menatap layar tidak bagus untuk mata," kata dokter.
Memang, apapun yang dilakukan secara berlebihan tidak baik dampaknya bagi kita semua.
(ism, Sumber: World Buzz)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS