Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Fasilitas Salat Di Bandara Jepang (http://muslim-friendly-japan.com/)
Dream - Jepang kian membuktikan keseriusannya dalam mempromosikan wisata halal. Terbukti dengan terus ditambahnya berbagai fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan wisatawan muslim yang hendak bertandang ke negeri sakura itu.
Salah satu contohnya adalah pembangunan fasilitas salat yang gencar dilakukan nyaris di seluruh bandara yang ada di Jepang. Tak sia-sia, upaya ini pun tampaknya sukses menarik minat wisatawan muslim mancanegara.
Fasilitas salat yang lengkap, bersih, dan canggih di sejumlah bandara Jepang dianggap sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara lainnya.
Keberadaan fasilitas itu pun sukses membuat takjub wisatawan muslim yang berkunjung ke Jepang. Bahkan kini tengah banyak diperbincangkan di kalangan traveler dunia.
Saat ini, pemerintah Jepang pun masih berencana untuk terus melengkapi bandara-bandara lainnya dengan fasilitas salat. Rencana itu sekaligus sebagai persiapan Tokyo sebagai tuan rumah olimpiade Musim Panas 2020.
Dilansir dari OnIslam, Jumat 20 November 2015, Kepala proyek di Pusat Promosi ASEAN untuk perdagangan, Investasi dan WIsata Tokyo, Ken Fujita mengatakan, upaya membuat bandara lebih ramah kepada muslim telah dilakukan.
Misalnya dengan menyediakan informasi seputar Islam, menambah jumlah ruang salat di bandara yang dilengkapi dengan tempat wudhu. Pertama kali, fasilitas itu diterapkan di Bandara Narita, Prefektur Chiba. Kemudian disusul dengan bandara-bandara lainnya.
Menariknya, ruang salat yang tersedia di bandara Jepang tampak begitu mewah. Ruang yang disebut dengan 'Silence Room' ini dilapisi karpet dan sebuah panel yang menunjukkan arah kiblat. Ruang salat ini terlihat rapi, bersih dan tertata apik.
Cara yang ditempuh pemerintah Jepang ini pun berhasil menggaet bahkan meningkatkan jumlah kunjungan turis muslim. Sekitar 28 ribu warga muslim asal Indonesia dan Malaysia mengunjungi Jepang Oktober lalu. Di sisi lain, populasi umat Islam yang tinggal di Jepang pun kabarnya kian bertambah hingga mencapai 120 ribu jiwa. (Ism)
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


LEPAS Warnai Jakarta Fashion Week 2027, Kenalkan Leopard Aesthetics lewat Otomotif dan Fashion

Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?