Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kawasan Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur (http://www.amusingplanet.com/)
Dream - Belum hilang dari ingatan Anda, peristiwa kebocoran pipa gas Lapindo pada Mei 2006. Jutaan kubik lumpur itu kini meninggalkan hamparan tanah lapang luas di Sidoarjo, Jawa Timur.
Tak tanggung-tanggung, peristiwa itu telah menelan persawahan, pabrik, sekolah-sekolah, rumah-rumah dan membuat sekitar 30.000 sampai 40.000 orang harus pindah dan mengungsi.
Semburan lumpur yang diketahui berasal dari proyek PT Lapindo Brantas itu memuntahkan hingga 180.000 meter kubik lumpur per harinya. Dan diperkirakan akan terus mengalir selama 25 sampai 30 tahun ke depan.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah ini. Mulai dari membangun tanggul, mengumpulkan sejumlah pakar untuk mencari solusi hingga 'menekan' PT Lapindo Brantas untuk memberikan sejumlah kompensasi kepada para korban yang terkena dampak bencana tersebut.
Namun persoalan ini tak kunjung usai. Hingga pada tahun 2010 silam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu masih menjabat sebagai Presiden RI pernah membuat saran untuk menjadikan kawasan lumpur Lapindo ini sebagai obyek wisata.
Menurut SBY, dengan tata letak, konsep dan pengelolaan yang baik, kawasan ini bisa diubah menjadi obyek wisata geologi yang akan berguna bagi masyarakat sekitarnya.
Ide itu tampaknya mulai terealisasi. Meski belum dibentuk sebagai obyek wisata resmi, kawasan lumpur Lapindo telah menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Ratusan wisatawan setiap harinya datang mengunjungi hamparan lumpur ini untuk sekadar mengobati rasa penasaran, mengambil gambar atau bahkan ada yang menjadikannya sebagai obyek penelitian geologi.
Bahkan kini, ada sebagian warga yang memanfaatkannya sebagai ladang rezeki. Beberapa warga sudah mulai giat menyewakan sepeda motor, menawarkan tur daerah hingga menjual DVD tentang bencana lumpur kepada para wisatawan yang datang.
(Sumber: Amusing Planet)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya