Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Ameerah Al Taweel (kanan)
Dream - Ameerah Al Taweel, mantan istri Pangeran Al Waleed bin Talal –keponakan Raja Saudi– merasa prihatin dengan nasib perempuan di Arab Saudi yang dilarang berkendara. Sehingga, dia mendukung perjuangan para perempuan Saudi untuk mendapatkan hak berkendara.
Dikutip Dream dari laman Daily Mail, Jumat 28 November 2014, Ameerah bertekat menggunakan pengaruhnya untuk menekan Kerajaan Saudi agar mencabut larangan yang sudah lama diterapkan itu. Dia tak akan berhenti menyuarakan keinginan itu sebelum perempuan Saudi diizinkan berkendara.
Perempuan berusia 31 tahun itu mengaku bisa bebas berkendara di luar Saudi. Dia biasa duduk di belakang kemudi Mini Cooper untuk berkendara berkeliling Eropa dan Amerika. Pengalaman hidup inilah yang membajakan tekatnya untuk membela kaum perempuan Saudi itu.
" Kita masih tidak bisa berkendara di kota-kota, tapi saya telah berkendara di gurun berkali-kali," kata dia.
Larangan berkendara bagi perempuan Saudi memang telah lama diterapkan. Sejak berdirinya negara pengekspor minyak terbesar dunia itu, atau sejak tahun 1932. Aturan itu tak pernah dicabut hingga kini. Dan bagi para perempuan yang tertangkap berkendara, akan dihukum cambuk 150 kali.
" Saya yakin dengan sedikit tekanan, pemerintah segera mencabut larangan. Ini langkah yang sangat signifikan, dan dapat terjadi dalam semalam," tutur Ameerah, yang bercerai dengan Al Waleed tahun lalu.
Ameerah mengatakan, perjuangan untuk mencabut larangan berkendara bagi perempuan itu bisa dilakukan dengan mudah. Semudah menyerukan pengisian 20 persen anggota parlemen Saudi dengan perempuan, yang pernah dia lakukan sebelumnya.
" Saya percaya bahwa generasi muda di Arab Saudi akan mempercepat perubahan di negeri ini," tutur mantan istri pangeran terkaya di dunia itu. (Ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha