JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Salah Satu Desain 'Albis' (Syarifah Aulia/Dream.co.id)
Dream - Kewajiban berhijab seperti yang telah tertulis dalam Al Quran juga ditanggapi sebagai sebuah peluang bisnis. Selain untuk beribadah, hijab kini menjadikan muslimah menjadi cantik luar dalam. Alhasil, kondisi ini memunculkan tren berhijab dengan gaya yang lebih kekinian.
Dua nama produsen pakaian muslimah ternama baru-baru ini menelurkan koleksi pakaian terbaru. Dengan mengusung ciri khas masing-masing, busana rancangan Albis Collection dan besutan desainer Rima menjadikan hijaber tetap fashionable dalam balutan hijab.
Albis bersaudara yang sudah menekuni bisnis pakaian muslimah selama 13 tahun terakhir tahun ini tetap mengutamakan eksklusifitas, dalam semua pakaian yang didesain.
Nila - salah satu dari tiga bersaudara yang mengelola Albis - menyebut saat ini baru saja merilis 20 koleksi terbaru dengan ciri khas utama pada bordir hand made. Hal ini untuk tetap mengedepankan eksklusifitas bagi keluarga muslim di Tanah Air.
Tidak dapat dipungkiri jika ciri khas tersebut berpengaruh pada banderol harga yang lebih mahal dibandingkan produk kompetitor.
Selain harga yang lebih mahal, waktu pengerjaan satu potong pakaian menjadi lebih lama hingga mencapai 20 hari. Untuk promosi Albis bersaudara mengandalkan agen di beberapa kota di Indonesia serta melalui jaringan keluarga musisi Tanah Air yang juga merupakan rekan di majlis ta'lim yang sama.
Berbeda dengan Albis bersaudara, Rima justru membidik pakaian yang dapat dikenakan sehari-hari oleh para hijaber. Simpel dan ready-to-wear menjadi nilai jual Rima yang awalnya merintis bisnis pakaian kasual tersebut. Tren desain bunga-bunga serta warna emas menjadi ciri khas yang dijual oleh Rima.
Sesuai dengan segmen yang dibidik, pemilik butik yang sudah memasarkan produknya hingga ke Malaysia dan Brunei Darussalam ini menyebut harga yang dibanderol pun cukup terjangkau. Material utama kain impor dari Tiongkok, Rima membanderol pakaian buatannya mulai dari Rp 180 ribu hingga Rp 500 ribu.
Untuk memasarkan produknya, hingga kini wanita penyuka warna emas tersebut masih mengandalkan toko miliknya dan melalui jalur pemasaran online. Keberadaan komunitas pengajian juga dimanfaatkan Rima untuk memperluas jangkauan pemasaran pakaian wanita muslimah buatannya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun