Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Shutterstock
Dream - Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negeri penghasil rempah dan tanaman herbal. Tak heran jika meminum jamu sudah menjadi kebiasaan masyarakat.
Berbagai resep dan khasiat jamu dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Namun sayangnya, konsumsi jamu yang tidak tepat akan mengurangi efektifitas ramuan tersebut.
" Contohnya jamu gendong, itu memang bagus namun ada hal yang perlu diperhatikan. Di sana tidak ada proses pemurnian, semua bahan mentah digodok, tidak diekstraksi sehingga kandungan di tiap gelas bisa berbeda-beda," ujar dr. Hendra Gunawan, MBA, Managing Director PT Tunggal Group di Jakarta, Kamis 26 November 2020.
Selain dosis yang tidak terstandar, konsumsi jamu sembarangan juga sangat tidak disarankan. Segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan dapat memberi dampak buruk bagi tubuh.
Jamu secara umum sangat aman dikonsumsi bagi setiap orang. Namun orang dengan riwayat penyakit tertentu harus lebih berhati-hati dalam meminum jamu.
" Misalnya ada jamu yang punya sifat pengencer darah, akan berbahaya jika orang mengalami pendarahan. Jamu juga sebaiknya tidak diminum bersama obat, berikan jarak sekitar 1-2 jam," kata dr. Inggrid Tania, M.Si, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI).

Konsumsi jamu berlebihan dapat menimbulkan berbagai efek samping. Salah satu yang paling umum terjadi adalah gangguan pencernaan seperti diare dan muntah.
" Setelah itu ada efek jangka menengah yaitu gangguan fungsi liver. Kalau kita mengonsumsi sesuatu secara berlebihan, liver akan bekerja lebih berat," jelasnya.
Penggunaan jamu dengan dosis tepat dan teratur dapat memberi khasiat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Untuk melengkapi kebutuhan masyarakat akan jamu yang terstandar, PT Tunggal Idaman Abdi atau TIA Pharma meluncurkan produk herbal modern Herbatia Sari Imuno dan Herbatia Sari Oxyfit.
Dikemas dalam kemasan kapsul, Herbatia Sari Imuno terbuat dari ekstrak kunyit, temulawak dan jahe merah yang telah diformulasikan khusus sebagai imunostimulan untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Sedangkan Herbatia Oxyfit adalah antioksidan alami yang mengandung ekstrak kulit manggis, ekstrak kulit delima dan ekstrak temu kunci yang bekerja sinergistik mampu menangkal radikal bebas.
" Keduanya telah melalui proses produksi sesuai standard CPOTB dan sertifikasi BPOM RI, melalui proses ekstraksi dan purifikasi melalui teknologi terkini untuk memperoleh sari pati herbal dengan kemurnian tinggi dari setiap bahan herbal yang digunakan," tutur dr. Maria Fatimah Deasy Gelu, Head of Sales & Marketing PT Tunggal Idaman Abdi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya