Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Paparan sinar matahari tidak hanya berbahaya bagi kulit, tapi juga pada mata. Sinar matahari atau ultraviolet (UV) bisa menyebabkan masalah pada mata, baik ringan maupun kronis.
"Ada beberapa jenis penyakit akibat sinar UV. Pterigyum dan Pinguekula adalah penyakit pada konjungtiva. Photokeratitis dan keratopati pada kornea. Katarak pada lensa dan degenerasi makula pada retina," ujar Astrianda Suryono, dokter spesialis mata di The Morissey, Jakarta Pusat, Rabu 19 September 2018.
Dampak negatif sinar UV memang tidak dirasakan secara langsung. Butuh bertahun-tahun muncul dampak buruknya pada penglihatan.
"Biasanya, katarak dialami oleh orang berusia 60 tahun. Sedangkan degenerasi makula diderita oleh orang berusia di atas 65 tahun," jelas Astrianda.
Umumnya, pengidap penyakit mata akibat paparan sinar UV, baru menyadari ketika sudah kronis. Untuk itu deteksi dini kesehatan mata sangat penting demi menjaga kualitas penglihatan.
"Sangat penting untuk mendeteksi dini penyakit mata. Terutama pada anak-anak karena lensanya belum punya proteksi alami. Apalagi, jika memiliki keturunan penyakit mata," ungkap dr. Astrianda.

Dampak sinar UV akan lebih berbahaya jika diperparah dengan adanya cedera yang berakibat pada kesehatan mata maupun gaya hidup tidak sehat seperti merokok.
"Banyak menghabiskan waktu di luar ruangan dan sering merokok bisa mengakibatkan katarak, yang merupakan penyakit utama penyebab kebutaan," tuturnya.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak buruk sinar UV pada mata adalah mendeteksi penyakit mata sedini mungkin. Memakai kacamata dengan UV Protection, menjalani pola hidup sehat dan mengonsumsi multivitamin.

"Dulu, vitamin A diklaim menjadi nutrisi utama untuk kesehatan mata, karena banyak orang yang mengidap trachoma (defisiensi vitamin A). Dan ada juga yang bilang vitamin C. Tapi, sebenarnya kita butuh multivitamin untuk melawannya," pesan Astri.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire