Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Credit Via Shutterstock
Menanamkan kemandirian pada si kecil bisa dimulai dengan cara yang sederhana. Misalnya dengan melibatkan si Kecil dalam tugas rumah sehari-hari seperti belajar melipat pakaian atau membereskan mainannya sendiri. Tentunya Mam pasti punya cara pintar, untuk membuat kegiatan ini menjadi lebih menyenangkan.
Contohnya dengan cara membuat lagu sederhana tentang membereskan mainan atau mengajarkan langkah-langkah melipat baju dengan seru. Nggak hanya bisa membuat ia jadi lebih bertanggung jawab dengan barang miliknya, kegiatan ini sekaligus bisa jadi stimulasi yang tepat dukung fondasi belajar si kecil. Dan pastinya dengan membuat proses belajar menjadi fun akan meninggalkan kesan belajar yang baik untuk anak.
Bukan itu saja, ada banyak stimulasi anak yang bisa Mam pintar berikan untuk mendukung proses belajar anak agar ia lebih mandiri dan mudah meraih kesuksesan di masa depan. Dengan memahami fondasi belajar, Mam juga bisa mengetahui cara pintar yang tepat untuk mengembangkan kepintaran anak sesuai tahapan usianya. Yuk, pelajari fondasi belajar anak sebagai #CaraPintarMam untuk meningkatkan kepintaran si kecil yang mencakup tiga aspek penting berikut ini.

Kemampuan anak belajar dalam memahami sesuatu, erat kaitannya dengan respon otak, terutama saat sedang memperhatikan atau berinteraksi dengan sesuatu di sekelilingnya. Nah, untuk memberikan stimulasi pada perkembangan kognitif anak, Mam perlu mencari tahu minat dan bakat anak. Selain itu, ajari dia mengenali dan memahami objek baru, dan melatihnya tanya jawab dalam memecahkan masalah. Latih juga kemampuan gerak dan keseimbangan si kecil agar ia tumbuh aktif, pintar, mandiri dan tentunya responsif terhadap stimulasi yang diberikan.
Mam pintar, dapat memberi stimulasi untuk dukung perkembangan kognitif anak dengan alat sederhana, contohnya puzzle. Permainan edukatif ini dapat membantu menstimulasi kepintaran anak secara menyeluruh. Dari menghapal bentuk benda, kemampuan berpikir, kemampuan memecahkan masalah, hingga merangsang kreativitasnya dalam menyelesaikan sesuatu. Permainan puzzle ini pun dapat menjadi salah satu pilihan aktifitas anak di rumah, agar tak terpaku pada gadget saja.

Bukan hanya perkembangan kognitif anak, kemampuan literasi juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari fondasi belajar bagi si kecil. Aspek ini amat penting karena terkait dengan kemampuan anak mengenali kosa kata dan bahasa, sebagai modal awal untuk belajar membaca, menulis, sampai bercerita.
Adapun Cara Pintar Mam memberikan stimulasi yang mendukung kemampuan literasi anak bisa dilakukan dengan membacakan dongeng untuk buah hati sebelum tidur. Selain itu, biasakan untuk aktif mengajak si kecil berbicara. Mam juga bisa mengajaknya bernyanyi, mengeja huruf, hingga menghafal dengan bantuan flash card. Bukan hanya seru dilakukan di rumah, tetapi juga meningkatkan kemampuan literasi anak secara optimal.

Fondasi belajar anak juga tak lepas dari aspek kreativitas. Aspek satu ini menjadi penyeimbang kemampuan otak kanan dan kiri si kecil. Selain itu, kemampuan menghasilkan atau mengembangkan sesuatu yang baru sesuai keinginan dan imajinasi anak merupakan bagian dari aspek kreativitas.
Inilah kenapa kreativitas pada si kecil juga perlu mendapatkan stimulasi dari Mam pintar. Beberapa stimulasi yang bisa dilakukan untuk untuk mendukung kreativitas buah hati mencakup belajar membaca dan menulis, menggambar, bernyanyi, membuat beragam kerajinan tangan, seperti melukis, mengecat pot bunga, atau membuat beragam bentuk origami. Tak hanya itu, membiasakan anak bercerita tentang kesehariannya, juga turut meningkatkan kreativitas buah hati di setiap tahapan perkembangan usianya.
Itulah beberapa cara stimulasi anak yang bisa diterapkan untuk membangun fondasi belajarnya. Supaya anak pintar, Mam juga perlu memperhatikan asupan nutrisi lengkap pada buah hati, di samping stimulasi yang tepat. Sebab, nutrisi lengkap merupakan hal yang esensial untuk mendukung pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh dan perkembangan otak anak.
Selain memberikan stimulasi tepat sesuai tahapan usia, Mams juga perlu memberikan si Kecil nutrisi yang membantu melengkapi kebutuhan nutrisinya, salah satunya susu pertumbuhan.
Mams bisa memilih S-26 Procal Nutrissentials sebagai pilihan tepat mam pintar. Susu ini merupakan susu pertumbuhan yang diperuntukkan untuk anak usia 1-3 tahun kemudian dilanjutkan dengan S-26 Promise Nutrissentials untuk usia 3 tahun ke atas.
S-26 Procal Nutrissentials dengan nutrisi penting yaitu:
Yuk Moms, dukung langkah awal kesiapan belajar anak dengan memberikan stimulasi dan nutrisi! Cek informasi selengkapnya di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang