Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Demi Kesehatan Anak-anak. Tak Sedikit Ibu Yang Beralih Ke Makanan Organik. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tren makanan oganik semakin banyak dipilih orang tua di banyak negara, termasuk Indonesia. Selain rasanya lebih enak dan segar, sumber dan proses pengolahannya pun terjamin bebas dari pestisida dan hormon pertumbuhan lainnya yang bisa menimbulkan risiko intoleransi atau alergi.
Menurut riset yang dirilis Kantar pada tahun 2020, A Guide to Tap into New Generation Moms, sepertiga dari ibu Indonesia yang memiliki anak di bawah umur 6 tahun adalah generasi millennials (usia 25-40 tahun) dan centennials (di bawah 25 tahun).
Ibu-ibu muda tersebut memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan anak secara menyeluruh. Pengetahuan yang semakin berkembang menyebabkan permintaan terhadap produk pangan berbahan alami meningkat sangat pesat.
Hal ini juga disampaikan oleh Euromonitor melalui publikasi Baby Food in Indonesia tahun 2020 mengenai perilaku ibu yang mulai berpindah ke produk pangan organik sebagai salah satu asupan pemenuhan nutrisi anak sehari-hari seiring semakin tingginya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di masa kini.
© https://cdns.dream.co.id/resources/real/2021/04/09/681180/200xauto-tips-memenuhi-nutrisi-dan-kebutuhan-zat-besi-si-kecil-yang-alergi-susu-sapi-2104096_vertical.jpg
Salah satu produk makanan organik adalah susu. Puregrow Organik—produk yang dihasilkan oleh joint venture Arla-Indofood—menawarkan susu organik kepada masyarakat. Keseluruhan proses produksinya, mulai dari makanan sapi sampai tak ada pemberian hormon pertumbuhan, membuat kualitas susu pertumbuhan menjadi lebih baik.

“ Jauh lebih alami karena seperti yang diberikan alam,” kata Anastasia dalam konferensi pers virtual, baru-baru ini.
Dia mengatakan sapi-sapi perah diberikan makan rumput dan biji-bijian tanpa pestisida. Bahkan, sapi-sapi ini bisa berlarian bebas di ladang rumput organik.
Susu yang dihasilkan pun diolah menjadi susu formula yang berkualitas bagi Si Kecil. “ Produk ini diberikan kandungan utama untuk memberikan pertumbuhan optimal, kecerdasan, melindungi pencernaan, serta daya tahan tubuh (yang baik),” kata Anastasia.
Anastasia melanjutkan, produk susu pertumbuhan untuk anak berusia 1-3 tahun ini juga telah mendapatkan izin edar dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI.
Bahkan, brand ini mendapatkan penghargaan sebagai produk susu pertumbuhan organik pertama di Indonesia untuk anak usia 1-3 tahun.

Penghargaan ini, kata dia, bisa memacu pihaknya untuk makin menggencarkan pangan organik.
“ Ini memicu semangat kami untuk lebih gencar menyampaikan baiknya pangan organik sambil mengingatkan para ibu untuk mengenalkan segala hal alami sejak dini,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya