Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perut Buncit (Foto: Shutterstock)
Dream - Perut yang bergelambir apalagi sampai membucit, memang sangat merusak penampilan. Kita pun jadi kurang percaya diri dengan kondisi perut. Pilihan pakaian juga terbatas karena pastik mencari atasan yang bisa menutupi perut dengan baik.
Penting Sahabat Dream ketahui, perut buncit terjadi karena penumpukan lemak di rongga perut. Lemak ini disebut dengan viseral (visceral fat) yang juga membungkus organ dalam tubuh seperti hati dan limpa.
" Penumpukan lemak viseral ditandai dengan perut buncit. Lemak ini sangat berbahaya dan berisiko meningkatkan penyakit degeneratif seperti diabetes," kata Prasna Pramitha, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Imunologi RS Premier Bintaro di acara Sequis, Jakarta, Selasa 18 Juni 2019.
Seorang dikategorikan memiliki perut buncit jika lingkar perut melebihi 90 sentimeter. Sedangkan pada wanita, lingkar perut tidak boleh lebih dari 80 sentimeter.
Penumpukan lemak viseral bisa terjadi karena pola makan yang buruk. Idealnya, dalam sepiring makanan terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, buah dan lemak.
" Porsi terbanyak ada di karbohidrat, disusul dengan sayur dan buah, kemudian protein. Makanan yang mengandung lemak, gula dan minyak harus dikonsumsi dalam jumlah paling sedikit," ujarnya.
Selain terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, kebiasaan makan terlalu cepat dan tidur setelah makan juga bisa memicu perut buncit.
" Jika makan terlalu cepat, maka ginjal dan usus akan bekerja lebih keras. Hal ini terjadi karena makanan yang tertelan masih berbentuk kasar. Setidaknya kunyah makanan sebanyak 32 kali sebelum ditelan," imbuhnya.

Hindari tidur dalam waktu 2 jam setelah makan untuk melancarkan pencernaan. Selain itu, penuhi konsumsi air mineral sebanyak 8 gelas sehari agar proses detoksifikasi dan buang air besar menjadi lancar.
Lemak perut dapat dikurangi dengan memperbanyak olahraga yang berpusat pada bagian perut seperti sit up, aerobik, jogging, renang dan bersepeda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya