Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suplemen
Dream - Ditemukannya DNA babi dalam suplemen Viostin DS dan Enzyplex cukup mengagetkan. Pasalnya bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, mengonsumsi babi apapun bentuk dan tak dalam kondisi darurat hukumnya adalah haram.
Terlebih lagi, kandungan DNA babi dalam obat tidak bisa dilihat secara kasat mata, melainkan harus diuji di laboratorium. Penny K. Lukito, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) RI, menjelasnkan, penggunaan DNA babi dalam obat karena babi merupakan salah satu hewan yang menghasilkan enzim menyerupai enzim manusia.
" Yang dibutuhkan manusia ketika mengonsumsi Enzyplex adalah enzim seperti amilase (membantu metabolisme lemak), tripase (membantu metabolisne karbohidrat), dan lipase. Enzim- enzim ini dihasilkan dari hewan yang cocok dengan manusia. Kalian yang terganggu pencernaannya, butuh bantuan enzim-enzim ini," ujar Penny di BPOM RI, Salemba, Jakarta Pusat, Senin 5 Februari 2018.
Sedangkan pada Viostin DS, DNA babi ditemukan pada Chondroitin Sulfat yang didatangkan dari pemasok bahan baku yang berasal dari luar negeri. Chondroitin sulfat adalah protein yang
dipercaya dapat mencegah osteoartritis.
Hewan-hewan yang sering digunakan untuk menghasilkan protein-protein ini ialah sapi dan babi. Namun Penny mengaku tidak tahu apa alasan produsen menggunakan DNA babi pada
produknya. Padahal sebelum diperbolehkan beredar, produsen tidak menggunakan DNA babi.
" Kami tidak tahu kenapa mesti babi, mungkin lebih murah atau lebih mudah didapatkan. Yang jelas saat ngasih sampel untuk buat Nomor Izin Edar (NIE), produsen tidak mencantumkan
babi sebagai bahan bakunya dan saat diuji di pre-market juga tidak mengandung babi. Namun saat diuji di post-market, terjadi perubahan bahan baku karena pemasoknya ganti, sehingga
mengandung DNA babi," ungkap Penny.
Mengenai efek sampingnya, menurut Penny, baik obat yang berasal dari sapi maupun babi tidak memiliki efek samping pada tubuh. " Tidak ada efek samping. Karena enzimnya sama, mau dari sapi atau babi. Tapi dari segi akidah aja yang berhalangan," katanya.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih