5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Jakarta Fashion Trend (Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream)
Dream - Jakarta Fashion Trend hadir kembali dengan mengusung tema 'Fashion Revolution'. Tema ini juga menyoroti isu sustainable yang tengah marak diangkat di industri fashion.
Fashion Revolution mencakup kepedulian terhadap sumber daya penggerak industri mode. Dari segi lingkungan, nilai sustainable terletak pada pemakaian bahan daur ulang.
Meski ramah lingkungan, para desainer tak ketinggalan tetap memperhatikan desain bermutu dan timeless yang menambah kekuatan keberlangsungan.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
" Fashion bukan hanya tentang sebuah baju. Kita harus tau siapa pembuatnya. Sustainable tak cuma memakai bahan daur ulang dan ramah lingkungan tapi juga berkualitas serta berdesain bagus sehingga memengaruhi kesejahteraan pekerja," kata Hannie Hananto, Ketua Indonesia Fashion Chamber di Jakarta, Rabu 20 November 2019.
Jakarta Fashion Trend menghadirkan 29 desainer yang terbagi menjadi dua sesi fashion show. Pada sesi pertama, 15 desainer mempersembahkan koleksi busana muslim dan menswear.
Hannie Hananto membuka pertunjukan dengan lagu tradisional Jawa Tengah untuk menampilkan koleksi 'Suwe Ora Jamu'. Ragam warna cerah dipadukan dengan desain print karakter tukang jamu yang sangat playful.
Gebrakan baru juga dilakukan Adam Abdullah yang membawa koleksi 'Ini Aku yang Besar' dari brand menswear Wah Gede Banget (WGB).
Koleksi ini dikhususkan bagi pria plus size yang kesulitan mencari busana stylish.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
" Pria plus size kerap terabaikan di dunia fashion. Kita mau menunjukkan kompetensi kami di sini. Banyak di luar sana yang masih butuh akses fashion untuk pria bertubuh besar," ujar Adam, Creative Director WGB.
Busana pria mengangkat tema etnik dari padu padan kain tradisional. Bahan diolah menjadi koleksi t-shirt longgar, celana pendek, baju lengan panjang hingga overall. Outfit juga disertai dengan sederet aksesori stylish penunjang busana.
Tak hanya desainer dewasa, Jakarta Fashion Trend juga dimeriahkan oleh koleksi desainer cilik asal Bandung. Hanna Aulia Khadija mempersembahkan busana muslim dewasa bertajuk 'Piece of Circus'.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
" Koleksinya terinspirasi dari aksen ruffle dan frill yang sedang tren. Setiap melihat ruffle dan frill, Hanna teringat dengan sirkus dan semua yang ada di dalamnya seperti pemain sirkus berbaju badut, lollypop candy dan warna-warna ceria," ucap Hanna.
Selain mereka, masih ada 12 desainer yang meramaikan sesi pertama yaitu Monika Jufry, Irna Mutiara, Deden Siswanto, IFC Community dan Asia Pacific Rayon. Fashion show dilanjutkan oleh parade busana ready to wear oleh 14 desainer pada sesi kedua.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?