Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lupa Pakai Sunblock Saat Jalan-jalan, Wajah Gadis Ini Bengkak Dan Benjol. (Foto: Payton Williams)
Dream - Baru-baru ini seorang gadis Amerika mengalami keracunan Matahari karena lupa memakai sunblock saat pergi jalan-jalan dengan temannya.
Tidak hanya terbakar, matahari yang membakar kulit membuat wajahnya mengalami pembengkakan hingga mata kirinya tertutup.
Padahal, menurut gadis bernama Payton Williams itu, dia hanya menghabiskan waktu selama dua jam di bawah sinar Matahari pada suhu 27 derajat Celcius.
Pengalaman buruk itu berawal ketika Payton jalan-jalan dengan temannya pada 20 April 2020 lalu. Tapi saat pergi, dia tidak memakai sunblock karena saat itu cuaca terlihat berawan.
Awalnya, gadis 25 tahun itu tak menyadari bahwa kulitnya mulai terbakar oleh sinar Matahari setelah berada dua jam di luar.
Gadis dari Oklahoma itu baru menyadari kulitnya terbakar sinar Matahari ketika dia masuk ke dalam toko.
Payton merasakan tekstur kulitnya berubah kering. Dia juga mulai mengalami mual, dehidrasi, dan pusing kepala.
Kondisinya semakin parah dari hari ke hari. Ketika penderitaannya makin parah, wajah Payton mulai mengalami pembengkakan. Tidak itu saja, dia merasakan sakit yang luar biasa pada daerah dahinya.
Karena sudah tidak tahan, Payton memeriksakan diri ke dokter. Ternyata, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dia mengalami keracunan Matahari.
Keracunan Matahari itu membuat kulitnya mengalami infeksi yang disebut dengan selulitis. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri di bawah kulit wajahnya.
Di area dahinya muncul benjolan keras setebal 4 cm yang terasa sakit jika ditekan. Selain itu, wajahnya yang bengkak membuat mata kirinya tertutup selama sebulan.
Menurut tingkat keparahannya, keracunan Matahari lebih buruk dari sunburn atau kulit terbakar karena sinar Matahari.
Untuk mengatasi bengkak di wajah dan benjolan di dahinya, dokter memberi suntikan antibiotik.
Payton sempat merasa sedih dengan penampilan wajahnya. Untuk menghibur hatinya, Payton mengunggah foto wajahnya yang dibandingkan dengan Quasimodo, karakter kartun dari film The Hunchback of Notre Dame.
" Ini sangat menyakitkan. Aku punya penyakit nyeri kronsi, jadi punya toleransi tinggi terhadap rasa sakit. Tapi yang ini membuatku sampai menangis," kata Payton.
Setelah lebih dari satu bulan sejak berobat ke dokter, kondisi Payton mulai membaik. Tapi dia sempat marah kepada dirinya sendiri karena bisa lupa memakai sunblock.
" Padahal saat itu berawan dan berangin sehingga tidak terlalu panas, dan aku hanya keluar selama dua jam.
" Keracunan Matahari hanya bisa dilawan dengan rajin memakai sunblock saat di luar ruangan, minum banyak air putih dan istirahat," pungkas Payton.
Sumber: DailyStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya