Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Kamu Bisa Melalui Jalan Turunan Dengan Aman Tanpa Khawatir Rem Blong.
Dream – Selain mobil ugal-ugalan, hal apa paling ditakutkan seorang pengemudi pemula? Biasanya mereka langsung berkeringat dingin saat melihat jalan menanjak atau menurun. Di tempat seperti inilah skill pengemudi akan diuji.
Berbeda dengan tanjakan, jalan turunan mungkin dianggap lebih kerap ringan. Tapi bukan berarti potensi bahaya sama sekali tak ada. Bayangkan saj ajika kamu melalui jalan menurun dengan jalan berkelok-kelok.
Peristiwa tragis inilah yang dialami bus yang jatuh ke jurang di jalur turunan letter S, Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu 8 September 2018.
Dilansir dari Liputan6.com, Selasa 11 September 2018, kecelakaan yang menimpa bus bernopol B 7205 SAG ini menawaskan 21 orang.
Agar terhindar dari kecelakaan rem blong ketika melewati jalur turunan, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Untuk kamu yang memiliki mobil bertransmisi manual, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan posisi gigi mobil berada di posisi rendah.
Sementara pengendara mobil otomatis, langkahnya tak jauh berbeda. Untuk mendapatkan efek pengereman mesin, pastikan tuas transmisi ada di posisi 2.
Kalau turunannya curam, pindahkan tuas ke posisi L.
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan pengendara mobil ketika turunan adalah memindahkan tuas transmisi ke posisi N atau netral. Biasanya, pengendara ingin mobil lebih irit bahan bakar.
Padahal, perilaku ini tidak pernah dianjurkan.
Ketika gigi mobil berada dalam posisi netral, tak ada efek pengereman mesin dan pengaturan kecepatan kendaraan hanya mengandalkan rem. Dengan begitu, kendali pengemudi atas kendaraan tak akan maksimal. Rem akan cepat panas, bahkan blong.
Selain aspek-aspek teknis yang telah dijelaskan, ada faktor yang paling penting, yaitu ketenangan mengemudi. Ketika melewati turunan, pengemudi sebaiknya tenang.

Sudah banyak contoh pengemudi panik ketika mengemudi dan akhirnya berbuah masalah.
(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang