Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mendengarkan Musik/ Foto: Shutterstock
Dream - Musik atau lagu memang bisa membuat perasaan berubah dalam sekejap. Baik itu musik lembut, menghentak atau mungkin yang membangkitkan nostalgia. Sahabat Dream mungkin pernah mengalami saat mendengarkan lagu tertentu lalu merinding dan bulu kuduk berdiri.
Biasanya hal ini karena musik yang didengarkan begitu membangkitkan perasaan atau sangat indah didengar oleh telinga. Juga bisa karena saat mendengarkan kita bisa merasakan emosi sang pembuat.
Faktanya, hal ini tidak terjadi pada semua orang. Matthew Sachs, peneliti dari Harvard University melakukan penelitan terhadap 20 orang. Di antara 20 orang tersebut, mengungkap pernah mengalami bulu kuduk merinding ketika mendengarkan musik dan 10 lainnya tidak.
Ia juga menemukan bahwa orang-orang yang berhasil menangkap makna emosional dari musik tersebut, bahkan sampai menimbulkan reaksi fisik (merinding), memiliki struktur otak yang berbeda dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki reaksi demikian.
Lebih lanjut, dikutip dari Thehealthy.com, hal itu ternyata ada kaitannya dengan struktur otak. Bila saat mendengar lagu membuat merinding, pertanda korteks auditori dalam otak dan pusat pemrosesan emosi otak kita memiliki lebih banyak serat yang saling menghubungkan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal Oxford Academic and Neuroscience ini mengungkap bahwa mereka yang merinding mendengar musik cenderung memiliki serat volume otak lebih padat. Serat ini menghubungkan korteks pendengaran dan area yang memproses emosi, yang berarti keduanya dapat berkomunikasi dengan lebih baik.
Kalau kamu juga sering merasa demikian, berarti otak kamu spesial, karena punya tingkat efisiensi lebih baik daripada orang lain. Selain itu jika kamu bisa menciptakan ikatan yang sangat emosional ketika mendengarkan musik, artinya kamu memiliki risiko untuk sembuh lebih besar ketika mengalami depresi.
Hal ini karena kemampuan dan kepekaan emosional kamu lebih tinggi daripada orang pada umumnya. Singkatnya, musik selalu bisa dijadikan sebagai alat terapis untuk mengeksplorasi perasaanmu.
Sumber: Diadona.id
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
