Pria Kecanduan Soda, Minum 10 Liter Per Hari Selama 20 Tahun

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 1 Juli 2022 07:12
Pria Kecanduan Soda, Minum 10 Liter Per Hari Selama 20 Tahun
Banyak yang tak sadar kalau minuman bersoda mengandung kafein, hal ini bisa membuat orang yang meminumnya bisa kecanduan.

Dream - Minuman bersoda memang memiliki efek menyegarkan, apalagi diminum saat dingin. Hal ini membuat banyak orang selalu meminumnya saat merasa sangat haus.

Banyak yang tak sadar kalau minuman bersoda mengandung kafein, hal ini bisa membuat orang yang meminumnya bisa kecanduan. Andy Currie, seorang pria asal Inggris, bahkan sampai kecanduan berat pada soda.

Ia minum 30 kaleng Pepsi sehari selama 20 tahun. Total volume soda yang diminumnya mencapai 10 liter per hari. Currie sampai menghabiskan US$8.500 atau sekitar Rp126,8 juta per tahun untuk membeli minuman tersebut.

1 dari 4 halaman

Menurut Newsweek, pria berusia 41 tahun itu minum satu liter minuman bersoda setiap pagi, dan sampai malam ia minum sembilan liter lagi lagi. " Saya selalu menyukai rasa Pepsi yang dingin. Tidak ada yang bisa mengalahkannya dan saya ketagihan. Saya bekerja saat malam, jadi saya selalu menyukai gula yang membuat saya terus terjaga," kata Currie.

Minuman Bersoda

Pria tersebut bekerja di sebuah supermarket terkenal di Inggris, sehingga ia bisa mendapatkan minuman tersebut kapan saja. Biasanya setelah pulang kerja, Currie akan membuat satu kardus minuman bersoda untuk di rumah.

 

2 dari 4 halaman

" Karena saya bekerja di Tesco, saya bisa membelinya langsung setelah bekerja dan membawanya pulang," katanya.

Currie baru menyadari kalau kebiasaan ini membuat berat badannya naik drastis. Dokter juga memperingatkan dengan risiko terkena diabetes. Currie kemudian menghubungi terapis dan hipnotis yang berbasis di London, David Kilmurry.

Waspadai Efek Samping Minuman Bersoda Bagi Kesehatan Tubuh

David mengidentifikasi Currie memiliki masalah Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID). Akhirnya Currie menjalani terapi untuk mengatasi kecanduan sodanya. Setelah satu sesi hipnoterapi online, Currie minum air untuk pertama kalinya dalam dua dekade.

Sumber: Food NDTV

3 dari 4 halaman

Mitos Minuman Soda Bisa Lancarkan Haid, Ketahui Faktanya

Dream - Menstruasi atau haid merupakan siklus normal yang dialami perempuan tiap bulan. Selama haid, mungkin tubuh terasa tak nyaman dan beberapa aktivitas sebaiknya tak dilakukan, seperti berenang atau camping.

Sebagian besar perempuan juga ingin haid lebih cepat selesai, tak harus 7 hari atau lebih. Salah satu mitos yang populer untuk mempercepat surasi haid adalah dengan minum minumab bersoda.

Sahabat Dream jangan langsung percaya mitos ini. Faktanya, dikutip dari KlikDokter, konsumsi minuman bersoda tidak dianjurkan saat sedang haid atau menstruasi. Menstruasi normal terjadi dengan siklus 21-35 hari, durasinya 3-7 hari, dan volume darah sekitar 30-40 ml.

Di luar kondisi itu barulah dikatakan siklus haid tidak lancar. Beberapa studi yang dilakukan menyebutkan bahwa konsumsi minuman soda saat haid memang meningkatkan volume dan durasi haid. Selain itu, fakta lain menyebutkan bahwa konsumsi soda malah akan menambah rasa nyeri saat haid.


Baca Juga: Mengetahui Doa Awal Haid, Larangan dan Amalan Penuh Berkah yang Diperbolehkan

 

4 dari 4 halaman

Kandungan kafein dan gula yang tinggi di dalam minuman soda adalah penyebab utama nyeri haid. Kedua kandungan tersebut dapat memperburuk gejala haid atau menstruasi. Kafein dapat mempersempit pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di daerah rahim (uterus). Hal ini akan memperberat keluhan kram perut saat haid.

Sementara itu kafein diketahui dapat memicu kecemasan, depresi, dan nyeri payudara saat haid. Bahan-bahan yang terkandung pada minuman soda dapat memengaruhi kontraksi uterus dan mekanisme hemostatik.

Durasi dan volume haid jika mengonsumsi minuman soda memang bertambah, namun bukan berarti haid menjadi lancar atau merupakan hal yang dianjurkan. Penjelasan selengkapnya baca di sini.


Baca Juga: Zikir Pengganti Ibadah Untuk Wanita Sedang Haid

Beri Komentar