Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Hingga saat ini obat untuk menyembuhkan pasien dari virus Covid-19 memang belum ditemukan dan masih dalam tahap penelitian. Terapi pengobatan yang diberikan pada pasien saat ini cenderung untuk meredakan gejala saja.
Beberapa obat yang digunakan antara lain Azithromycin 500mg, Levofloxacin, serta vitamin D3-1000. Salah satu perusahaan farmasi yang memproduksi obat tersebut adalah
PT. Pyridam Farma Tbk (PYFA), yang kini memprioritaskan produksi obat dan vitamin untuk penanganan Covid-19.
" Sebagai salah satu perusahaan farmasi di Indonesia, PYFA memprioritaskan produksi serta distribusi obat maupun suplemen yang mendukung percepatan kesembuhan penderita COVID-19. Sebagai tindak lanjut pertemuan kami dengan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, PYFA siap mendistribusikan 100.000 tablet Azithromycin 500mg sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Sementara itu sekitar 275.000 tablet sedang dalam produksi dan akan kami distribusikan secepatnya," kata dr. Widjanarko Brotosaputro, Direktur PT. Pyridam Farma Tbk (PYFA), dikutip dalam keterangan resminya yang diterima Dream, 14 Juli 2021.
Pemerintah melalui peraturan resmi Permenkes nomor HK.1.7/menkes/4826 tahun 2021 telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) obat pada masa pandemi COVID-19. Ada 11 obat yang telah ditetapkan HET-nya oleh pemerintah, salah satunya adalah Azithromycin 500 mg yang diproduksi oleh PT. Pyridam Farma Tbk. Azithromycin adalah antibiotik dan menurut buku Pedoman Tatalaksana COVID-19, dapat digunakan sebagai salah satu terapi farmakologis (terapi dengan obat) untuk pasien COVID-19.

Selain terapi obat, baik pasien COVID-19 maupun masyarakat juga sebaiknya mengonsumsi suplemen dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh guna memperkuat imun dalam melawan virus COVID-19. PYFA juga memproduksi beragam suplemen dan vitamin seperti Damuvit C1000, D3-1000, D3-400, Imudator dan Pyfaton untuk membantu memperkuat imunitas selama pandemi yang bisa didapatkan di apotek terdekat atau secara online melalui eCommerce.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya