Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Umumnya, berat badan orang yang berpuasa akan berkurang. Sebab, saat siang hari tidak makan maupun minum. Orang berpuasa memang hanya boleh berpuasa saat malam hari, sejak matahari terbenam hingga menjelang Subuh.
Tapi, bagi sebagian orang tidak demikian. Berat badan mereka justru bertambah meski menjalani puasa selama sebulan penuh saat Ramadan. Kondisi itu bisa terjadi karena pola makan yang salah saat berbuka dan sahur.
" Sering kali berbuka puasa lebih banyak dengan penyediaan itu, jadi lebih banyak makan makanan manis," kata Ketua Indonesia Nutrition Association, Luciana B Sutanto.
" Memang benar saat berbuka mengonsumsi manis yang banyak meningkatkan gula tapi harus diingat konsumsilah makanan manis dengan terkontrol," tambah dia.
© Dream
Menurut Luciana, saat berbuka sebaiknya mengonsumsi makanan pembuka, misalnya kolak, kue, maupun menu mais lainnya. Namun setelah itu harus diberi jeda sebelum menyantap makanan berat. " Barulah setelah sholat dilanjutkam dengan makanan berat," terang Luciana.
Dia menambahkan, terlalu banyak asupan saat perut kosong memicu lambung bekerja lebih berat. Sehingga lambung terasa tidak nyaman. Sehingga, saat berbuka dianjurkan mengonsumsi takjil terlebih dahulu sebelum menyantap makanan berat.
" Begitu makanan yang sangat berlebihan maka banyak makanan pergi ke aliran darah. Akhirnya tubuh ngantuk dan lemas," jelasnya.
" Sementara itu soal sahur sebaiknya konsumsilah makanan yang indek glikemiknya rendah seperti lebih banyak konsumsi buah dan sayur," tambah Luciana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya