Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Shutterstock
Dream - Stunting adalah dampak dari kurangnya gizi pada periode awal tumbuh kembang anak. Biasanya anak yang mengalami stunting ditandai dengan tubuh pendek, penyakit berulang karena imunitas tubuh tidak baik, dan mengalami kesulitan dalam bidang akademik.
Permasalahan stunting tentunya membutuhkan perhatian bersama. Berdasarkan studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021, populasi stunting mencapai 24,4%.
Permasalahan ini pun kian mengkhawatirkan di masa pandemi. Sebanyak 45% rumah tangga dengan anak merasa kesulitan untuk memenuhi makanan bergizi cukup bagi anak-anak mereka.
Jika dibiarkan berlarut, UNICEF memprediksi jumlah anak stunting di Indonesia dapat meningkat hingga 31,8% dan termasuk dalam kategori “very high”.

“Selaku pelaksana percepatan penurunan stunting nasional yang ditunjuk oleh Presiden RI, kami berupaya mencapai target penurunan stunting menjadi 14% pada 2024,” jelas Hasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, pada konferensi virtual Rayakan Hari Gizi Nasional 2022, Royco Pertegas Komitmen Atasi Malnutrisi melalui Aksi dan Kolaborasi Strategis, Selasa 25 Januari 2022.
Hasto menambahkan bahwa program percepatan penurunan stunting membutuhkan gotong royong dari seluruh pihak, termasuk pihak pelaku industri pangan untuk perbaikan nutrisi anak-anak.
Ketika seorang ibu hamil mengalami malnutrisi makan sang bayi rentan mengalami stunting.

“Mengingat masa emas pertumbuhan anak terhitung sejak 1.000 hari pertama, yaitu dari kandungan hingga berusia 2 tahun, ibu hamil harus teredukasi untuk mencukupi asupan makronutrien maupun mikronutrien, seperti iodium,” jelas Dokter Spesialis Gizi Klinik, Diana F. Suganda.
Diana menambahkan bahwa asupan iodium seringkali masih dikesampingkan karena kebutuhan perharinya sangat kecil. Padahal iodium lebih dari sekadar mencegah penyakit gondok, zat tersebut juga berperan besar bagi tumbuh kembang anak, termasuk dalam mencegah stunting.
Mengatasi kurang gizi dan ancaman stunting, Royco, Unilever, dan BKKBN, berkolaborasi melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dengan program Nutrimenu.
Nantinya, masyarakat akan dibekali inspirasi resep Nutrimenu dan edukasi mengenai pentingnya memasak serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai panduan “Isi Piringku”, sehingga dapat disebarluaskan kepada seluruh target program, termasuk ibu hamil atau menyusui.

“Melihat adanya masalah triple burden malnutrition yang masih dihadapi masyarakat Indonesia, Royco terus menggencarkan edukasi melalui program ‘Royco Nutrimenu’. Dengan pesan #KebaikanIsiPiringku, program ini akan memperkuat dampaknya melalui berbagai aksi dan kolaborasi untuk mengatasi salah satu isu malnutrisi sedang diprioritaskan oleh Pemerintah, yaitu stunting,” jelas Ari Astuti, Head of Foods & Beverages PT Unilever Indonesia.
Seluruh produk Royco yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas kini telah dibuat dengan garam beriodium. Royco juga melengkapi seluruh kemasannya dengan berbagai resep bergizi, sederhana, praktis dan terjangkau dengan memanfaatkan bahan “50 Pangan Masa Depan” untuk menginspirasi keluarga berkreasi di dapur.
Selain itu, Royco juga memperluas edukasi nutrisi dengan cara yang menyenangkan melalui serial animasi ‘Riko the Series’ yang ditayangkan di YouTube.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?