Sally Adelia Soraya Kerap Berbelanja Tas Untuk Investasi (Cynthia Amanda Male/Dream)
Dream - Menjadi seorang publik figur, influencer dan sosialita dituntut selalu tampil gaya serta kekinian. Untuk menyempurnakan penampilan pun mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Namun bagi Sally Adelia Soraya, berbelanja tidak hanya untuk menyempurnakan penampilan. Ia kerap berbelanja tas untuk investasi.
" Mulainya dari tahun 2009 atau 2010. Sampai sekarang sudah koleksi lebih dari 30 pieces dengan range harga Rp2-200 juta lebih. Yang mahal itu biasanya dipakai untuk investasi karena harganya naik," kata Sally di bilangan Jakarta Selatan, Selasa lalu.
Memilih tas untuk dijadikan investasi pun tidak hanya dilihat dari sisi harga. Tapi juga kenyamanan dan karakternya. Biasanya, ia memilih tas bergaya urban, modern dan minimalis.

" Aku biasanya pilih warna putih, hitam, silver, gold atau warna colorful seperti merah, pink dan mustard. Dari segi size juga lebih pilih yang besar. Jadi, bisa muat makeup aku untuk touch up di jalan atau studio," kata salah satu anggota Girls Squad ini.
© Dream
Walaupun mengoleksi puluhan tas mahal, tapi ia merawatnya dengan cara yang cukup sederhana. Ia hanya menempatkan koleksinya dengan rapi di tempat yang kering dan dilapisi dustbag ketika tidak dipakai.

" Yang penting ditaruh dengan benar, dikasih dustbag dan diisi di dalamnya kalau tidak dipakai supaya foam-nya tetap bagus bentuknya. Menurutku, itu sudah cukup. Tidak perlu dibawa ke bag spa kalau bahan tasnya cukup mudah dibersihkan" .
Dream - Girls Squad akhirnya membenarkan Karenina Sunny Halim keluar dari geng mereka. Sebelumnya, kabar keluarnya Karenina Sunny dari geng pertemanan ini memang santer terdengar.
" Ada yang keluar maksudnya? Ada yang enggak jadi anggota Girl Squad lagi? Kalau itu ada," ujar Nia Ramadhani, dikutip Dream dari laman kapanlagi.com, Jumat 23 Februari 2018.

Sementara, anggota lain Girls Squad, Irene, menambahkan bahwa Karenina Sunny memang keluar. Namun dia membantah telah terjadi keretakan pada geng pertemanan ini.
Menurut dia, Karenia Sunny keluar dari Girls Squad karena ingin mengurus bisnisnya. " Nah yang sisa ini, kami menyatukan misi. Jadi judul kita itu arisan dan charity," lanjut Irene.
Menurut Irene, Girls Squad tidak terlibat permusuhan dengan siapapun. Bila ada yang keluar, maka karena sudah tidak sama visi dan misinya. " Cewek-cewek di sini bisa komitmen dengan misi itu," kata dia.
" Jadi tidak ada yang retak. Seribu teman kurang, satu musuh terlalu banyak. Kalau orang ngomong retak kayaknya itu cuma untuk naikin isu aja. Pun misalnya itu ke arah yang positif, why not? Damai itu lebih indah," lanjut Irene.